Rabu , 05 April 2017, 10:42 WIB

Tanggapi Serangan Westminster, Gadis Muslim Tinggalkan Surat di Bus

Rep: Marniati/ Red: Esthi Maharani
AP Photo/Matt Dunham
Warga menyalakan lilin mengenang korban serangan di gedung parlemen Inggris di Trafalgar Square, London, Kamis (23/3).
Warga menyalakan lilin mengenang korban serangan di gedung parlemen Inggris di Trafalgar Square, London, Kamis (23/3).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah surat kaleng ditemukan di sebuah bus di London. Penulis surat mengaku seorang gadis muslim berusia 14 tahun. Isi surat menggambarkan perasaannya atas serangan teror Westminster.

Dalam surat tersebut, sang gadis menceritakan banyaknya muslim yang merasa bersalah atas serangan yang terjadi.  Muslim London kaget dan trauma atas serangan Westminster. Mereka juga khawatir akan disalahkan dan diminta untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Menurutnya, satu hari setelah serangan, teman-temannya berkomentar di sekolah atas insiden tersebut. Komentar yang disampaikan menyudutkannya sebagai muslim dan anak sekolah.

“Saya takut mungkin tidak lagi diterima di London pada tahun-tahun mendatang dan saya juga takut akan menjadi target penyerangan karena jilbab yang saya kenakan,” ujar gadis dalam suratnya seperti dilansir metro.co.uk (3/4).

Ia mengaku setiap hari Sabtu melewati Westminster. Namun untuk saat ini ia harus berpikir dua kali untuk melakukannya. Ia takut akan menjadi korban penyerangan kejahatan kebencian.

Sebelumnya diberitakan, Rabu (22/2) penyerangan terjadi di Westminster Bridge.Kepolisian Inggris telah mengidentifikasi pelaku serangan yakni Khalid Masood (52 tahun).

Pelaku menembak para pejalan kaki sambil memacu kendaraannya yang ia sewa ke kerumunan orang di Westminster Bridge sebelum menabrakan kendaraannya ke pembatas luar Gedung Parlemen Inggris. Lima orang meninggal akibat penyerangan itu.

Masood juga menikam seorang polisi hingga tewas di Kompleks Parlemen sebelum akhirnya Masood ditembak mati oleh pihak keamanan.pasca-melakukan serangan.