Jumat , 13 October 2017, 14:30 WIB

Indonesia Sambut Baik Kesepakatan Hamas-Fatah

Red: Teguh Firmansyah
VOA
Menlu RI Retno Lestari Marsudi
Menlu RI Retno Lestari Marsudi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan damai yang dicapai oleh Hamas dan Fatah, dua kelompok di Palestina yang selama satu dasawarsa terakhir berseteru.

"Kami menyambut baik rekonsiliasi ini karena sebenarnya posisi kami sudah sejak lama mendorong terjadinya rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat ditemui di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (13/10).

Menurut Menlu Retno, rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas merupakan langkah yang baik bagi upaya Palestina untuk menjadi bangsa dan negara yang merdeka. "Karena dengan rekonsiliasi itu bisa jadi pembuka jalan yang luas bagi perjuangan yang selama ini masih dilakukan Palestina," ujar Menlu Retno.

"Dua kelompok bersaing Palestina, Hamas dan Fatah, mencapai kesepakatan terkait rujuk politik," kata pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dalam pernyataan pada Kamis, tanpa merinci tentang isi kesepakatan yang ditengahi Mesir itu.

Fatah, kehilangan kendali atas Gaza, yang kemudian dikendalikan Hamas, yang dianggap teroris oleh Barat dan Israel, dalam pertempuran 2007.

Pada bulan lalu, Hamas setuju menyerahkan kekuasaannya di Gaza kepada pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas, yang didukung Fatah. "Fatah dan Hamas mencapai kesepakatan pada pagi hari ini dalam perundingan, yang ditengahi Mesir," kata Haniyeh.

Mesir membantu menengahi beberapa upaya untuk mendamaikan dua gerakan tersebut dan membentuk pemerintahan persatuan dengan pembagian kekuasaan di Gaza dan Tepi Barat.

Hamas dan Fatah sepakat pada 2014 untuk membentuk sebuah pemerintah rekonsiliasi nasional, namun demikian, pemerintahan bayangan Hamas terus menguasai Jalur Gaza.

Sumber : Antara