Jumat , 10 November 2017, 09:09 WIB

Arab Saudi Desak Iran Dijatuhi Sanksi Internasional Baru

Rep: Marniati/ Red: Ani Nursalikah
EPA/Martin Simon
Adel Al-Jubeir
Adel Al-Jubeir

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir meminta sanksi internasional baru yang akan dikenakan kepada Iran yang ia nilai mendukungan terorisme.
 
"Iran adalah negara nomor satu yang menjadi sponsor terorisme" ujar Adel al-Jubeir dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi AS CNBC yang tayang pada Kamis (9/1).
 
Dilansir dari Aljazirah, Jumat (10/11), Al-Jubeir mengecam Iran karena program rudal balistiknya dan dukungannya terhadap kelompok Hizbullah Lebanon.
 
"Kami ingin melihat sanksi terhadap Iran atas dukungannya terhadap terorisme dan sanksi terhadap Iran karena telah melanggar resolusi rudal balistik Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Jubeir.
 
Ia berharap Arab Saudi tidak menghadapi konfrontasi langsung dengan Iran. Komentar tersebut muncul saat Arab Saudi menghadapi tuduhan memaksa perdana menteri Lebanon, Saad Hariri mengundurkan diri sebagai cara menekan Hizbullah dan pendukung kelompok Iran tersebut.
 
Hariri mengumumkan pengunduran dirinya dari Riyadh Sabtu lalu, menjatuhkan Lebanon ke dalam ketidakpastian politik. Rumor Hariri ditahan di bawah tahanan rumah di kerajaan tersebut telah ditolak Riyadh.
 
Jubeir mengatakan kerajaan melihat berbagai pilihan untuk menghadapi kelompok Hizbullah.  "Kami tidak dapat membiarkan Lebanon menjadi platform yang membahayakan datang ke Arab Saudi," katanya.
 
Menurutnya Arab Saudi ingin membantu orang-orang Lebanon keluar dari Hizbullah. Posisi Saudi yang kontra dengan Hizbullah sejalan dengan administrasi Donald Trump dan sekutu regional lainnya, termasuk Mesir.
 
Namun, dia tidak berkomentar mengenai rumor Arab Saudi akan bekerja sama dengan Israel melawan Hizbullah. "Kami mendesak pemerintah Lebanon dan Lebanon secara khusus melakukan tindakan tegas terhadap Hizbullah," kata Jubeir.

Saudi, UEA, Kuwait Minta Warganya Tinggalkan Lebanon