Rabu 23 Mar 2011 19:54 WIB

Jepang Tingkatkan Larangan Konsumsi Makanan Terkontaminasi

Ilustrasi
Foto: WIDE ISLAND VIEW
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Perdana Menteri Naoto Kan telah menginstruksikan Gubernur Fukushima, Yuhei Sato, Rabu (23/3) untuk memberi tahu warga lokal agar tak mengonsumsi sayuran berdaun hijau tertentu, termasuk bayam daan brokoli yang dipanen di Prefekture Fukushima. Perintah dikeluarkan setelah material radiokatif ditemukan melampaui batas kadar aman yang diperbolehkan.

Kini dibawah instruksi baru, warga dilarang pula menyantang sawi, kubis dan kembang kol dari Fukushima. Sejumlah pengiriman sayuran dan lobak telah dihentikan untuk 'beberapa saat'.

Sample sayur-mayur brokoli misal ditemukan mengandung kadar paparan radiasi di atas ambang, dengan 17.000 becquerels yodium and 13.900 becquerels cesium. Lalu kubis dengan 5.200 becquerel yodium dan 2.600 becquerel cesium. Keduanya berasal dari Fukushima.

Sekretaris Kabinet, Yukio Edano, mengatakan meski Federasi Nasional Asosiasi Kerjasama Agrikultural (JA) telah menyetop pengiriman semua sayuran yang ditanam di Fukushima sejak Senin, beberapa mungkin telah didistribusikan keluar prefektur tersebut di luar jaringan JA.

Pemerintah, Ahad lalu telah menghentikan pengiriman bayam dan 'kakina' jenis sayuran berdaun khas Jepang dari prefektur Fukushima, Ibaraki, Tochigi dan Gunma. Susu dari Fukushima juga dihentikan di hari yang sama.

Namun ini adalah kali pertama sejak kerusakan di pembangkit nuklir Fukushima, warga dilarang untuk tidak memakan jenis sayuran tertentu.

"Kadar lebih tinggi telah ditemukan sejak kami mehentikan distribusi, dan kemungkinan risiko yang ditimbulkan juga meningkat," ujar Edano. "Karena itu kami mempertimbangkan untuk mengimbau agar orang-orang tak sekedar berhenti mengirim tetapi juga mengonsumsi jenis-jenis tadi."

sumber : Japan Times
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement