Senin 14 Oct 2019 13:44 WIB

Blok Perdagangan Amerika Selatan Dukung Pemerintah Ekuador

Blok Perdagangan Amerika Selatan, Mercosur mengecam kerusuhan di Ekuador.

Red: Nur Aini
Demonstrasi menentang Presiden Ekuador Lenin Moreno di Quito, Ekuador, Selasa (8/10).
Foto: AP Photo/Dolores Ochoa
Demonstrasi menentang Presiden Ekuador Lenin Moreno di Quito, Ekuador, Selasa (8/10).

REPUBLIKA.CO.ID, SAO PAULO -- Blok perdagangan Amerika Selatan, Mercosur, bersama dengan negara lain di kawasan tersebut mengecam kerusuhan di Ekuador pada Ahad (13/10). Mereka mengatakan aksi massa terhadap pemangkasan subsidi BBM merupakan upaya untuk mengacaukan pemerintahan Presiden Lenin Moreno.

Kerusuhan tersebut menjadi yang paling parah di negara kecil Amerika Selatan dalam lebih dari 10 tahun. Hal itu sekaligus biang permasalahan terbaru dari oposisi terhadap Dana Moneter Internasional di Amerika Latin.

Baca Juga

"Kami mendukung upaya pemerintah Ekuador untuk menjaga perdamaian, ketertiban umum, dan lembaga demokrasi dengan menggunakan instrumen konstitusi dan hukum yang ada," kata para anggota Mercosur dalam pernyataan bersama dengan sejumlah negara termasuk Peru, Kolombia dan Chile.

Kelompok Mercosur terdiri atas Brazil, Argentina, Uruguay, dan Paraguay.

"Kami mengecam tindakan kekerasan dan upaya untuk mengacaukan negara, lembaga serta proses demokrasi Ekuador," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Moreno membela keputusannya untuk menghemat subsidi BBM sebagai bagian penting dalam upayanya merapikan keuangan negara. Ia membantah keputusan itu sebagai permintaan IMF, sebuah kesepakatan senilai 4,2 miliar dolar AS yang diteken Ekuador awal tahun ini. Kesepakatan itu menuai kemarahan para pendukung yang telah memilihnya pada pemilu 2017 sebagai pengganti mantan sekutunya, Rafael Correa.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement