Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Vietnam, 12 Orang Tewas

Ahad 18 Nov 2018 21:28 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Warga berjalan melewati pohon yang tumbang akibat topan Damrey, di Nha Trang, Khanh Hoa, 4 November 2017. Topan ini menyebabkan 11 orang tewas

Warga berjalan melewati pohon yang tumbang akibat topan Damrey, di Nha Trang, Khanh Hoa, 4 November 2017. Topan ini menyebabkan 11 orang tewas

Foto: STR/EPA
Ratusan tentara di kerahkan untuk menangani bencana

REPUBLIKA.CO.ID, HANOI -- Banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Vietnam bagian tengah pada Ahad (18/11). Setidaknya 12 orang telah dilaporkan tewas dalam bencana ini. 

Banjir bermula dari hujan lebat yang terus mengguyur Provinsi Khanh Hoa dalam beberapa hari terakhir. Hal ini juga memicu tanah longsor, mengakibatkan banyak rumah yang hancur, serta sebuah waduk kecil di wilayah tersebut. 

Saat ini ratusan tentara dikerahkan untuk membantu penanganan bencana. Pencarian terhadap warga yang hilang juga masih terus dilakukan. 

“Kami telah memobilisasi ratusan pasukan tentara untuk membantu orang-orang memulihkan kehidupan dan membersihkan jalan yang rusak,” ujar seorang pejabat dari kantor bencana Provinsi Khanh Hoa dilansir The Straits Times, Ahad (18/11). 

Akibat banjir banda dan tanah longsor yang terjadi, jalan raya utama yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Vietnam harus ditutup sementara waktu. Selain itu, beberapa rute kereta api juga tidak dapat digunakan terlebih dahulu. 

Khanh Hoa merupakan provinsi yang dikenal karena adanya sebuah kota resor Nha Trang. Kota ini populer dengan pantai yang kerap dikunjungi wisatawan. 

Vietnam menjadi salah satu negara yang kerap dilanda hujan lebat pada Mei hingga Oktober. Tercatat, sejumlah bencana alam di negara itu sepanjang tahun ini terjadi dan membuat 185 orang tewas. 

Pada tahun lalu, bencana alam di salah satu negara Asia Tenggara itu juga menyebabkan 389 orang tewas. Kerugian karena kerusakan dilaporkan mencapai 2,6 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA