Jumat, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 Januari 2019

Jumat, 12 Jumadil Awwal 1440 / 18 Januari 2019

Duta Besar Cina Tuduh Kanada Menggunakan Standar Ganda

Kamis 10 Jan 2019 14:55 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Petinggi Huawei Cina, Meng Wanzhou

Petinggi Huawei Cina, Meng Wanzhou

Foto: AP
Cina menahan dua warga negara Kanada, Kovrig dan Spavor.

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Duta Besar Cina untuk Kanada Lu Shaye menuduh Kanada menggunakan 'standar ganda' dalam menilai proses hukum yang berlaku di Negeri Tirai Bambu tersebut. Lu Shaye menulis sebuah artikel di surat kabar Kanada Hill Times yang terbit pada Rabu (9/1) lalu.

Dalam artikel tersebut Lu mengatakan permintaan Kanada kepada Cina untuk membebaskan Michael Spavor dan Michael Kovrig mencerminkan 'standar ganda' yang lahir dari 'egoisme Barat dan supremasi kulit putih'. Sampai saat ini Spavor dan Kovrig masih ditahan oleh pemerintah Cina.

"Hal ini terlihat seperti itu, bagi orang-orang itu, hukum Kanada atau negara-negara Barat lainnya adalah hukum yang sebenarnya dan harus ditaati, sementara hukum Cina tidak dan tidak harus dihargai," tulis Lu, Kamis (10/1).

Ketegangan antara Cina dan Kanada bermula ketika Kanada menahan petinggi perusahaan teknologi Huawei, Meng Wanzhou. Chief Financial Officer Huawei tersebut ditahan atas permintaan Amerika Serikat.

Baca juga, Petinggi Huawei Ditahan, Cina Ancam Kanada.

Pascapenahanan Meng pada 1 Desember 2018 lalu, Cina menangkap dua warga negara Kanada yakni Kovrig yang mantan duta besar dan Spavor seorang pengusaha. Cina menuduh kedua orang tersebut telah melakukan sesuatu yang dapat mengancam keamanan dalam negeri mereka.

Lu mengatakan lemahnya perhatian Kanada terhadap Meng seakan-akan kemanusiaan hanya dibutuhkan warga negara Kanada tapi tidak bagi warga negara Cina.

Cina tidak mengatakan penangkapan dua warga negara Kanada tersebut memiliki keterkaitan dengan penahanan Meng yang kini sudah dibebaskan dan menunggu sidang ekstradiksinya.

Tapi para diplomat dan mantan diplomat Barat di Cina mengatakan penangkapan Kovrig dan Spavor sebagai sebuah balasan atas penahanan Meng.

Putri pendiri Huawei itu mendapatkan akses penuh ke pengacaranya dan dibebaskan dengan jaminan.  Ia diperbolehkan menemui keluarganya meski tidak diizinkan keluar dari Kanada.

Sementara itu Kovrig dilarang menemui pengacaranya, tidak boleh bertemu dengan keluarga dan hanya diizinkan menemui konsulat Kanada satu bulan sekali.

Amerika Serikat meminta Meng diekstradiksi agar dapat menghadiri persidangan di New York. Pengadilan New York menuduh Meng menyesatkan bank-bank multinasional atas transaksi dengan Iran. Hal itu menyebabkan bank-bank tersebut beresiko melanggar sanksi Amerika ke Iran.

Huawei pemasok peralatan jaringan telekomunikasi terbesar di dunia. Mereka juga perusahaan telpon pintar terbesar di dunia nomor dua.

Sejak tahun 2016 lalu Amerika Serikat sudah melakukan penyelidikan terhadap Huawei. Amerika menuduh Huawei menjual produk-produk mereka ke Iran dan negara-negara lainnya yang mereka beri sanksi.

Sumber : Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES