Senin 27 May 2019 04:55 WIB

Pendemo Rompi Kuning Kembali Bentrok dengan Polisi Prancis

Kelompok pendemo rompi kuning melemparkan batu ke aparat.

Rep: Febryan. A/ Red: Israr Itah
Pengunjuk rasa rompi kuning.
Foto: EPA-EFE/CAROLINE BLUMBERG
Pengunjuk rasa rompi kuning.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Kelompok protes rompi kuning Prancis bentrok dengan polisi anti huru hara di Kota Amiens saat menggelar aksi demonstrasi pada Sabtu (25/6) waktu setempat. Kelompok anti-pemerintahan Emmanuel Macron semakin hari anggotanya makin berkurang.

Dilansir dari Reuters, kantor kepala kepolisian setempat mengatakan, pihak kepolisian menembakkan gas air mata kepada 1.200 anggota rompi kuning setelah mereka bertindak anarkist. Menurut polisi, kelompok pendemo rompi kuning melemparkan batu ke aparat, menyerang beberapa kantor cabang bank, dan juga membakar tong sampah di sana. Polisi menangkap 27 orang atas kerusuhan itu. 

Baca Juga

Selain Amiens, ratusan pendemo juga bentrok dengan polisi di pusat Kota Paris dan di sekitar Place de la Republique.

Kelompok ini tampaknya mulai kehilang kekuatan untuk terus melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Emmanuel Macron. Setelah enam bulan berlangsung tanpa henti, gerakan akar rumput ini mulai kekurangan anggota untuk memprotes tingginya biaya hidup di Prancis dan ketikdakpedulian Macron atas hal itu.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan, aksi protes yang sudah dilaksanakan sebanyak 28 kali setiap akhir pekan, kini hanya menyisakan 12.500 demonstran saat aksi terakhir mereka. Puncak aksi kelompok tersebut adalah pada bulan November 2018, di mana terdapat 300 ribu  orang ambil bagian di seluruh negeri.

Protes kelompok yang mengenakan rompi kuning setiap aksinya itu dimulai dengan menentang kenaikan pajak bahan bakar yang dilakukan pemerintahan Macron. Aksi tersebut akhirmya menghambat rencana Macron dalam melakukan agenda reformasi di negara tersebut.

Meskipun Macron bisa secara cepat mengatasi keadaan tersebut dengan program-prorgam peningkatan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, namun gagal meredam kelompok rompi kuning. Aksi protes mereka terus berlangsung, setidaknya hingga pekan ini.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement