Senin 21 Oct 2013 13:52 WIB

Meksiko Naik Pitam Dimata-matai Amerika

ilustrasi Mata mata
ilustrasi Mata mata

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY -- Pemerintah Meksiko mengutuk Amerika Serikat yang diduga mematai-matai warga dan lembaga negaranya lewat inteligennya, Badan Keamanan Nasional AS (NSA).

"Perbuatan ini sama sekali tak bisa diterima, melanggar hukum dan bertentangan dengan hukum di Meksiko dan hukum internasional," kata Kementerian Luar Negeri Meksiko dalam satu pernyataan, seperti disadur AFP.

Mengutip dokumen dari kontraktor NSA, Edward Snowden, Majalah Jerman, Spiegel, Ahad (20/10), melaporkan NSA pada 2010 secara tidak sah mengakses akun surel presiden Meksiko saat itu, Felipe Calderon.

Menurut laporan tersebut, dalam operasi yang diberi sandi 'Flatliquid', NSA berhasil menyerbu server surel untuk mengakses akun Calderon dan domain presiden Meksiko yang digunakan anggota kabinet untuk melakukan komunikasi ekonomi dan diplomatik.

Kemenlu Meksiko menyatakan, Presiden AS, Barack Obama berjanji dalam pertemuannya belum lama ini dengan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto untuk melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai dugaan tindakan mata-mata itu.

Komitmen yang sama dikonfirmasi Menteri Luar Negeri AS John Kerry elama pertemuan kerja dalam beberapa hari belakangan dengan Menteri Luar Negeri Meksiko Jose Antonio Meade.

Kemenlu mengumumkan Pemerintah Meksiko kembali akan menyampaikan di nota diplomatik. "Pentingnya bagi negara kami bahwa penyelidikan mesti segera diselesaikan," tutur Kemenlu.

NSA, dalam pernyataan mengatakan, "Amerika Serikat mengumpulkan informasi intelijen  asing seperti yang dikumpulkan semua negara."

Namun, NSA tak bersedia mengomentari kasus khusus yang dilaporkan Spiegel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement