Rabu 23 Mar 2016 19:17 WIB

Brasil Alami Krisis Politik, Rousseff tak akan Mundur

Rep: Gita Amanda/ Red: Agung Sasongko
President of Brazil, Dilma Rousseff
Foto: AP Photo/Andre Penner
President of Brazil, Dilma Rousseff

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Presiden Brasil Dilma Rousseff pada Selasa (22/3), mengatakan ia tak akan mengundurkan diri menghadapi krisis politik terburuk Brasil dalam dua dekade. Langkah tersebut dapat memicu oposisi melakukan pemakzulan bahwa ia melakukan 'kudeta' melawan pemerintahan demokratis.

"Aku tak akan pernah mengundurkan diri dalam keadaan apapun. Saya tak melakukan kejahatan yang akan memperpendek periode saya," ujarnya.

Rousseff tersangkut skandal korupsi di lingkaran dalamnya. Seperti di lansir BBC News, ratusan warga Brazil pekan lalu turun ke jalan meminta Rousseff mundur. Namun Rousseff menegaskan tak akan mengundurkan diri.

Rousseff menyerukan Mahkamah Agung Brasil untuk tetap memihaknya dalam krisi yang telah mengancam menggulingkan pemerintahannya. Sementara partai-partai oposisi telah meluncurkan proses pemakzulan terhadap Rousseff karena diduga memanipulasi rekening pemerintah untuk memungkinkan pemerintah menghabiskan lebih banyak uang saat pemilihan ulangnya pada 2014.

Rousseff dapat dimakzulkan paling cepat pada Mei, jika pendukungnya tak mencegah hal itu di majelis rendah.

Rousseff tersangkut skandal korupsi yang melibatkan perusahaan minyak negara, Petrobras. Investigasi korupsi Petrobas melibatkan puluhan politisi dalam koalisi Rousseff dan menyebabkan pemenjaraan puluhan eksekutif di perusahaan permesinan seperti Odebrecht.

Skandal bola salju dan resesi terburuk di Brazil membuat kelangsungan hidup politik presiden perempuan pertama Brazil itu kini bergantung pada mitra-mitra koalisi utamanya di Brazilian Democratic Movement Party (PMDB). Namun banyak anggota partai ingi n partai meninggalkan Rousseff, namun keputusan baru akan diambil 29 Maret mendatang.

Jika pemakzulan Rousseff benar terjadi, maka akan menempatkan Wakil Presiden Michel Temer sebagai presiden. Para pejabat partai membantah laporan media Brazil yang menyatakan Temer telah bersiap menggantikan Rousseff dan telah mulai pembicaraan dengan apra pemimpin oposisi untuk mengamankan dukungan mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement