Friday, 22 Jumadil Awwal 1441 / 17 January 2020

Friday, 22 Jumadil Awwal 1441 / 17 January 2020

Kasus Khashoggi Dinilai Ganggu Stabilitas Regional

Ahad 28 Oct 2018 12:42 WIB

Rep: Marniati/ Red: Nur Aini

Jamal Khashoggi

Jamal Khashoggi

Foto: Metafora Production via AP
AS menjanjikan sanksi lanjutan untuk pembunuh Khashoggi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mengatakan pada  Sabtu (27/10) bahwa kasus Jamal Khashoggi telah merusak stabilitas Timur Tengah. Ia mengatakan Washington akan mengambil tindakan tambahan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

Pembunuhan kolumnis Washington Post itu, telah meningkat menjadi krisis bagi Arab Saudi. Tetapi Mattis mengatakan penghormatan AS terhadap orang Saudi tidak akan berkurang.

"Dengan kepentingan kolektif kami dalam perdamaian dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, pembunuhan Jamal Khashoggi dalam fasilitas diplomatik harus menjadi kepedulian kita semua," kata Mattis dalam konferensi di Bahrain.

Ia mengatakan kegagalan suatu negara dalam mematuhi norma-norma internasional dan supremasi hukum melemahkan stabilitas regional. Dia tidak menyebutkan secara langsung nama penguasa Saudi, Putra Mahkota Muhammad bin Salman atau nama siapa pun.

Itu adalah salah satu komentar paling tajam yang disampaikan Mattis terkait pembunuhan Khashoggi. Namun, dia juga mengatakan bahwa kedua negara tetap terus berkolaborasi dalam stabilitas di kawasan itu.

Khashogghi dinyatakan hilang pada saat memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Pihak berwenang Turki menyakini bahwa Khashogghi dibunuh di dalam konsulat dan jasadnya dimutilasi.

Pemerintah Saudi sempat membantah klaim Turki. Namun, sepekan yang lalu Saudi membenarkan kematian Khashoggi. Menurut Saudi, Khashogghi terlibat perkelahian hingga menyebabkan kematiannya. Klaim Saudi itu diragukan oleh dunia internasional dan organisasi HAM.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA