Senin 11 Apr 2011 11:22 WIB
Pembajakan Kapal MV Sinar Kudus

Aksi-aksi Mengejar Perompak Somalia

Tentara Somalia berjaga-jaga di garis pantai Milaxaar, 28 Maret 2011. Sebanyak 84 perompak sudah ditangkap sejak 2007 namun aksi ini terus merajalela. Perahu ini diduga milik perompak dan ada radio dari bantuan Inggris di dalamnya.
Foto: AP
Tentara Somalia berjaga-jaga di garis pantai Milaxaar, 28 Maret 2011. Sebanyak 84 perompak sudah ditangkap sejak 2007 namun aksi ini terus merajalela. Perahu ini diduga milik perompak dan ada radio dari bantuan Inggris di dalamnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sejak Somalia dilanda kerusuhan beberapa tahun lalu, rakyatnya menjadi liar. Tidak ada pemerintahan yang diakui membuat mereka mencari penghidupan di jalur kriminal, menjadi perompak di perairan Teluk Aden. Tercatat sudah puluhan kapal tangker dirompak dan mendapat tebusan jutaan dolar AS.

Duta Besar Somalia untuk Indonesia Muhammad Alu pun menyarankan Pemerintah Indonesia menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan anak buah kapal (ABK) Sinar Kudus. Muhammad Alu menjelaskan bahwa perompak Somalia sudah merupakan sindikat internasional, dan perairan yang dikuasai perompak merupakan zona yang tidak berada dalam kontrol pemerintah setempat.

Pemerintah Somalia tidak keberatan jika militer Indonesia turun tangan langsung menghadapi perompak di perairan mereka. Seperti diberitakan, perompak Somalia pada 16 Maret lalu membajak kapal Sinar Kudus yang bermuatan nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara menuju Rotterdam, Belanda di perairan Arab.

Para perompak walnya meminta tebusan 2,6 juta dolar AS namun kemudian bertambah menjadi 3,5 juta dolar AS. PT Samudera Indonesia, pemilik Sinar Kudus, dikabarkan telah menawar 1,5 juta dolar AS.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement