REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Seorang sumber keamanan mengungkapkan kalau Mantan presiden Mesir Husni Mubarak dipindahkan dari penjara ke satu rumah sakit militer di Ibu Kota Mesir, Kairo, setelah kesehatannya memburuk tajam pada Selasa malam (19/6).
Mubarak dipindahkan ke satu rumah sakit militer di Kabupaten Maadi, Kairo, dekat Penjara Tora di bagian Kairo --tempat mantan presiden itu telah dipenjarakan sejak 2 Juni.
Sumber tersebut mengungkapkan kalau jantung Mubarak berhenti berdenyut sebentar di Penjara Tora pada Selasa malam. Ia menambahkan mantan presiden Mesir tersebut kini dirawat dengan menggunakan sengatan listrik. Mubarak juga diketahui menderita stroke.
Husni Mubarak pada Selasa (19/6) waktu setempat atau Rabu dini hari waktu Indonesia barat, dikabarkan sudah meninggal dunia 'secara klinis'. Hal itu, seperti dilaporkan, disampaikan oleh dokter yang menanganinya sesaat setelah Mubarak tiba.
Namun seorang sumber dekat yang tidak ingin disebutkan namanya mengindikasikan Mubarak belum meninggal. Mantan Presiden Mesir yang berkuasa selama lebih dari 30 tahun itu, disebutnya, masih bernafas namun mengandalkan peralatan medis penopang hidup.
Hal itu juga ikut dipertegas oleh pernyataan Pengacara Mubarak, Faried ed-Deeb, seperti dikutip sebuah televisi swasta.
Faried mengaku berterima kasih kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) untuk pemindahan mantan presiden Mesir itu ke satu rumah sakit militer dan merawat dia sebagai seorang prajurit.
Pria yang berusia 84 tahun tersebut telah menderita sesak napas dan depresi berat sejak ia dipindahkan ke penjara tersebut untuk menjalani hukuman penjara seumur hidup pada 2 Juni.