Jumat 06 Sep 2013 16:59 WIB

Pakistan Serukan Bahas Soal Keamanan dan Taliban

Pintu gerbang utama penjara di Dera Ismail Khan yang dibobol Taliban, Pakistan. Dalam serangan ini Taliban membebaskan 250 tahanan.
Foto: AP PHOTO
Pintu gerbang utama penjara di Dera Ismail Khan yang dibobol Taliban, Pakistan. Dalam serangan ini Taliban membebaskan 250 tahanan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pemerintah Pakistan menyelenggarakan pertemuan besar partai politik utama pada pekan depan untuk mengembangkan kesepakatan tentang kebijakan keamanan nasional.

Hal ini ditujukan menangani terorisme dan membahas usulan melakukan pembicaraan dengan oposisi Taliban, kata pejabat. Konferensi Seluruh Partai (APC) akan diselenggarakan di Islamabad pada 9 September, kata mereka.

Menteri Dalam Negeri Ch Nisar Ali Khan telah berbicara dengan para pemimpin politik senior melalui telepon dan undangan telah disampaikan kepada mereka, kata mereka. Ia menyampaikan undangan kepada para pemimpin mulai dari Perdana Menteri Nawaz Sharif. Konferensi ini akan diadakan di rumah Perdana Menteri.

Pemerintah sebelumnya diperkirakan menyelenggarakan APC pada 12 Juli untuk mengembangkan satu strategi nasional guna mengekang militansi dan mengatasi hukum secara keseluruhan, dan ketertiban serta situasi keamanan di negara itu. Namun kegiatan itu kemudian ditunda karena pemerintah ingin mengadakan konsultasi lebih untuk menjadikan acara sukses, kata para pejabat.

Pemerintah mengatakan, APC juga akan membahas apakah pemerintah harus memilih untuk pembicaraan dengan Taliban. Para pejabat mengatakan, "Pemerintah telah mempertimbangkan berbagai langkah untuk merumuskan kebijakan konsensus mengenai terorisme di negara itu, sejak pihaknya mengambil alih (pemerintahan) pada Juni."

Para pejabat senior militer dan intelijen juga akan menghadiri konferensi untuk memberikan penjelasan kepada para peserta tentang situasi keamanan. Menteri Informasi Pervaiz Rasheed mengatakan bahwa strategi yang komprehensif akan diadopsi terhadap gerilyawan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement