Kamis 21 Nov 2013 11:40 WIB

PM Australia Diminta Jauhkan Diri dari 'Si Penghina' Marty

Perdana Menteri Australia Tony Abbott
Foto: AP
Perdana Menteri Australia Tony Abbott

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott diminta menjauhkan diri dari penasehat partai Liberal, Mark Textor, yang menggambarkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mirip dengan bintang film porno Filipina tahun 1970-an.

Textor, yang juga merupakan perancang strategi kampanye, mengeluarkan komentar berisi penghinaan itu di Twitter. Penghinaan tersebut ia lancarkan di tengah hubungan Australia dan Indonesia yang sedang berada di titik paling rendah dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Permintaan maaf yang dituntut dari Australia oleh seorang pemuda yang wajahnya seperti bintang porno Filipina tahun 1970an dan punya perilaku yang sama," katanya melalui Twitter, yang kemudian dihapus.

Marty telah menuntut Canberra untuk meminta maaf setelah dokumen-dokumen yang dibocorkan oleh mantan pegawai badan intelijen yang menjadi buruan AS, Edward Snowden, menunjukkan Australia berupaya melakukan penyadapan terhadap percakapan telepon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Negara dan sejumlah menteri Indonesia pada tahun 2009.

Juru bicara kementerian luar negeri partai oposisi Buruh, Tanya Plibersek, mengatakan komentar Textor itu sama sekali tidak membantu memperbaiki hubungan dengan Jakarta. Ia mengimbau Abbott untuk menjaga jarak dengan Textor.

"Terus terang saya sangat kaget. Komentar-komentar itu benar-benar tidak pantas. Saya senang mendengar bahwa komentar tersebut akhirnya sudah dihapus dari Twitter," katanya kepada para wartawan.

"Perdana menteri harus menjaga jarak, Partai Liberal, dan pemerintah Australia dari mereka segera dan secara tegas."

Mantan perdana menteri Australia Malcolm Fraser juga menekankan hal yang sama. Melalui Twiter, ia menuntut Textor dipecat sesegera mungkin, sementara pemimpin Partai Greens Christine Milne menyebut komentar-komentar Textor sebagai pernyataan yang mengerikan.

"Jelas bahwa ia merupakan orang kepercayaan partai Liberal dan ini sangat menunjukkan tentang apa yang mereka pikirkan di ruang belakang," katanya kepada ABC.

Pernyataan di Twitter itu akan dilihat sebagai hal yang semakin mengobarkan situasi, terutama karena adanya hubungan dekat antara Mark Textor dan perdana menteri serta partai liberal secara umum.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement