Rabu 21 Jan 2015 14:59 WIB

Kisah Bocah yang Jadi Korban Perang di Ukraina (1)

Pengungsi Ukraina tinggal di tenda-tenda sementara. (ilustrasi)
Foto: Reuters/Eduard Korniyenko
Pengungsi Ukraina tinggal di tenda-tenda sementara. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, DONETSK-- Subuh menjelang pagi, Vladimir Bobryshchev yang baru saja pulang ke rumah setelah bekerja sepanjang malam, tiba-tiba melihat sebuah roket melayang di angkasa dan jatuh mengarah tepat ke rumahnya.

Ia melihat roket itu menghantam rumahnya dan kemudian bergegas untuk menyelamatkan dua orang anak lelaki dan istrinya yang berada di dalam rumah. Bobryshchev kemudian harus menerima kenyataan bahwa anak laki-lakinya yang baru berusia empat tahun, Artyom, tewas di tempat dan dimakamkan di Donetsk, sementara istri dan anak berusia tujuh tahun, dirawat di rumah sakit karena cedera serius.

"Apakah anak saya teroris yang seperti mereka katakan?," katanya dalam nada marah yang ditujukan kepada pasukan Ukraina yang melancarkan serangan roket untuk menumpas pemberontak. Pihak Kiev memang sering menyebut pemberontak tersebut sebagai teroris.

Dengan tangan yang penuh luka, pekerja di pabrik besi berusia 30 tahun itu dengan bersimbah air mata berujar: "Saya berusaha mengeluarkan mereka dari puing-puing. Tapi tidak bisa menyelamatkan nyawa anak saya."

Insiden yang terjadi pada pekan lalu itu memperlihatkan bahaya yang harus dihadapi warga sipil akibat perang di timur Ukraina yang sudah berlangsung selama sembilan bulan. Pemerintah Ukraina di Kiev menuduh pemberontak sengaja melancarkan serangan roket dari pemukiman warga yang kemudian mendapat serangan balasan.

Pertempuran antara pemerintah Ukraina dan pemberontak pro-Rusia selama ini terpusat di sekitar bandara Donetsk, tapi akhir-akhir ini pertempuran sudah semakin meluas. Pada Senin lalu, sebuah rumah sakit dan universitas di pusat kota Donetsk, juga mendapat serangan, menyebabkan lima orang pasien dan seorang dokter terluka.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement