Kamis 07 Dec 2023 07:17 WIB

Tiba di Riyadh, Putin Tantang Dominasi AS dan Barat di Timur Tengah

Putin bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
 Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan).
Foto: AP Photo/Natacha Pisarenko
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH --- Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di Riyadh, Arab Saudi, pada hari Rabu (6/12/2023), Kantor Berita Arab Saudi melaporkan. Kedatangan Putin ke Timur Tengah ini diawali dengan kunjungannya ke Uni Emirat Arab sebelumnya, yang dianggap mulai menantang dominasi AS dan Barat di kawasan ini, terutama terkait isu Palestina dan Israel.

Putin bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman setibanya di Istana Yamamah di ibukota Saudi. Presiden Rusia Vladimir Putin mendarat di Riyadh pada hari Rabu, sebagai bagian dari lawatannya ke Timur Tengah, untuk membahas berbagai persoalan, termasuk soal Palestina dan perang Israel di Gaza.

Baca Juga

Ia dijadwalkan bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan para pejabat Kerajaan Saudi, yang akan menjadi anggota BRICS bulan depan. Setengah lusin pejabat tinggi Saudi menyambut pemimpin Rusia tersebut ketika ia turun dari pesawat, dan mengantarnya ke iring-iringan mobil yang menunggu untuk membawanya ke istana.

Sementara itu, pembicaraan dengan Putra Mahkota Saudi akan membahas harga minyak, konflik Ukraina, dan situasi di Gaza. Menurut TASS, kedua pemimpin dan para ajudan mereka juga akan membahas rencana perdagangan dan investasi.

"Kami sudah menanti Anda di Moskow," kata Putin kepada bin Salman pada awal pertemuan mereka, dan mencatat bahwa "keadaan mengharuskan perubahan rencana-rencana itu."

"Namun, tidak ada yang bisa menghalangi perkembangan hubungan persahabatan kita," tambah pemimpin Rusia itu. "Saat berada di kawasan ini dalam kunjungan yang direncanakan ke UEA, saya memanfaatkan undangan Anda untuk bertemu dengan Anda dan semua teman lain yang telah menjalin hubungan dengan kami selama tujuh tahun terakhir. Namun, pertemuan berikutnya harus dilakukan di Moskow!"

Rusia dan Arab Saudi adalah anggota OPEC+, yang minggu lalu sepakat untuk memangkas produksi lebih lanjut untuk mendongkrak harga minyak. Riyadh telah disetujui untuk bergabung dengan kelompok perdagangan Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan (BRICS) pada Januari 2024.

Bloomberg menggambarkan perjalanan pemimpin Rusia ke Timur Tengah ini sebagai "menentang upaya AS dan Eropa untuk mengisolasinya di panggung global."

Sebelumnya, Putin mengunjungi Uni Emirat Arab dan bertemu dengan pemimpin UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Uni Emirat Arab mengadakan pertunjukan untuk menyambutnya, dengan jet tempur yang mengibarkan bendera Rusia di atas kepala dan iring-iringan pengawal yang terdiri dari pasukan berkuda dan unta.

Putin melakukan perjalanan ke UEA sebelumnya pada hari Rabu, di mana ia diterima oleh Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed Al-Nahyan di Istana Qasr Al-Watan di Abu Dhabi.  

Menurut Kremlin, pembicaraan di Abu Dhabi berfokus pada kerja sama bilateral, "serta isu-isu internasional yang mendesak dengan penekanan pada situasi di Timur Tengah." 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement