Selasa 16 Jun 2015 15:19 WIB

Setelah 10 Hari, Jasad Imigran Ditemukan di Gurun Sahara

Gurun Sahara. Ilustrasi
Foto: Reuters
Gurun Sahara. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, NIAMEY -- Jenazah 18 imigran yang mencoba memasuki Eropa ditemukan di gurun pasir Sahara, Niger. Sebagian besar imigran itu berasal dari Afrika Barat.

Organisasi untuk Migrasi Internasional (IOM), dikutip dari BBC, Senin (15/6), mengatakan sebagian besar tewas akibat dehidrasi setelah tersesat dalam badai pasir. Para imigran bertolak dari kota guru Arlit.

Sebanyak 17 pria dan seorang perempuan itu diduga meninggal pada 3 Juni.

IOM memperkirakan sekitar 100 ribu orang melakukan perjalanan yang sama menyeberangi Sahara tahun ini. Para imigran yang tewas berasal dari negara-negara yang berbeda, termasuk Niger, Mali, Pantai Gading, Senegal, Republika Afrika Tengah, Liberia dan Guinea. Satu imigran dilaporkan berasal dari Aljazair.

Tidak ada misi penyelamatan di Sahara. Hal ini menjelaskan mengapa jasad para imigran itu ditemukan 10 harui kemudian. IOM mengatakan tidak mungkin mengetahui berapa imigran yang tewas di gurun pasir, mungkin ratusan tiap tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement