Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Diduga Dimata-matai, Jepang Minta AS Selidiki Kebenarannya

Rabu 05 Aug 2015 15:44 WIB

Rep: melisa riska putri/ Red: Ani Nursalikah

Shinzo Abe

Shinzo Abe

Foto: Reuters

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyelidiki  kemungkinan adanya tindakan mata-mata kepada pejabat tinggi pemerintah dan perusahaan Jepang. Hal ini diketahui dari rilis wikileaks pekan lalu.

"Jika memang benar orang-orang Jepang menjadi sasaran, (ini) bisa mengguncang hubungan kepercayaan dalam aliansi kami dan saya harus mengungkapkan keprihatinan serius," kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga mengutip pembicaraan Abe dan Biden di telepon, dilansir dari Channel News Asia, Rabu (5/8).

WikiLeaks merilis daftar 35 target Badan Keamanan Nasional AS, termasuk Jepang. Para pejabat Kementerian dalam pemerintahan Abe serta divisi gas alam dari Mitsubishi Corp dan divisi minyak dari Mitsui & Co tak luput dari target mata-mata.

Suga mengatakan pada konferensi pers, Biden meminta maaf atas masalah yang terjadi. Namun, Suga menolak mengomentari apakah AS mengaku telah memata-matai Jepang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA