Rabu 25 Nov 2015 23:39 WIB
Serangan Teroris Paris

Dalang Serangan Paris Ternyata Sempat Kembali ke Lokasi Kejadian

Rep: Qommaria Rostanti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Abdelhamid Abaaoud.
Foto: AP
Abdelhamid Abaaoud.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS – Dalang serangan di Paris, Prancis, Abdelhamid Abaaoud sempat kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah tragedi berdarah tersebut terjadi. Aparat berwenag menduga Abaaoud ingin memeriksa hasil dari perbuatannya.

Jaksa Prancis, Francois Molins mengatakan Abaaoud sempat dua kali ke TKP, saat pasukan polisi khusus masih berjaga-jaga di aula konser Bataclan. “Ada panggilan telepon sekitar pukul 22.28 dan 00.28 di sekitar lokasi kejadian,” kata Molins seperti dikutip dari Fox News, Rabu (25/11).

Ini memungkinkan Abaaoud kembali ke TKP setelah serangan di teras kafe dan restoran tempat kejadian di saat polisi khusus masih fokus pada serangan di Bataclan.

Penyidik menduga Abaaoud kembali ke TKP dengan menggunakan Paris Metro (transportasi cepat di Paris) setelah meninggalkan mobil di pinggiran kota. Abaaoud, kata Molins telah berada di Paris setidaknya dua hari sebelum serangan.

Ini bertentangan dengan dugaan otoritas keamanan Prancis yang menyatakan bahwa Abaaoud berada di Suriah. Pihak berwenaang pun percaya Abaaoud merencanakan bom bunuh diri lain di La Defense, kawasan bisnis Paris yang terletak di tepi barat kota.

Penyidik menduga serangan itu direncanakan untuk 18 atau 19 November. Namun sebelum berhasil melakukan rencananya, Abaaoud lebih dulu tewas dalam serangan baku tembak dengan polisi di sebuah apartemen pinggiran Paris pada 18 November pagi.

Serangan di Paris yang diklaim dilakukan oleh ISIS telah dilacak ke seluruh jaringan yang memiliki hubungan dengan Prancis dan Belgia. Kantor kejaksaan federal mengeluarkan surat perintah penangkapan internasional untuk Mohamed Abrini yang sedang dilacak oleh polisi Belgia dan Prancis.

Abrini yang digambarkan sebagai orang bersenjata dan berbahaya ini terlihat dengan Salah Abdeslam, buronan lain atas kasus yang sama. Abdeslam sempat terlihat di sebuah stasiun bensin di Ressons jalan raya Paris dua hari sebelum serangan. Surat perintah penangkapan internasional pun juga telah dikeluarkan untuk Abdeslam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement