REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Sebuah unit baru Kementerian Luar Negeri Jepang akan mulai mengumpulkan informasi tentang kelompok-kelompok militan seperti ISIS di negaranya. Hal ini diambil menyusul serangan di Paris, Prancis bulan lalu.
Unit tersebut rencananya baru secara resmi dibentuk pada Selasa (8/12) depan. Dalam kerjanya unit tersebut akan berkejasama dengan Kementerian Pertahan dan polisi.
"Seperti ditegaskan dalam serangan skala besar di Paris, situasi mengenai serangan teror sangat parah," kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.
Serentetan serangan di Paris yang meliputi bar, restoran, stadion sepak bola dan ruang konser menewaskan 130 orang. Kelompok militan ISIS mengaku bertanggung jawab atas ulah tersebut.
Jepang menjadi tuan rumah serangkaian acara tingkat tinggi seperti Group Seven Summit, Piala Dunia Rugby pada 2019 dan Olimpiade 2020.
ISIS menewaskan dua sandera Jepang tahun ini setelah Perdana Menteri Shinzo Abe berjanji memberi bantuan non militer sekitar 200 juta dolar AS kepada negara-negara yang memerangi kelompok militan.