REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye mengatakan Korea Utara (Korut) terindikasi sedang mempersiapkan uji coba peluncuran rudal. Menurut dia, hal tersebut tampak pada peningkatan aktivitas di sekitar situs uji coba rudal Korut, yakni di sekitar Punggye-ri.
Menghadapi situasi demikian, Park telah memerintahkan armada militernya untuk siap melakukan tindakan apapun. Sebab ia menilai, negaranya akan berhadapan dengan situasi yang tak dapat diprediksi dalam merespons uji coba rudal milik Korut.
“Kami berada dalam situasi di mana kita tak dapat menebak provokasi apa yang akan dilepaskan Korut untuk melepaskan diri dari isolasi dan mengkonsolidasi rezim,” ujar Park, seperti dikutip situs The Independent, Rabu (20/3).
Jubir Kementerian Pertahanan Korsel Moon Sang-Gyun mengaku sudah menerima instruksi Presiden dan telah menyiagakan armada militernya dalam merespons uji coba rudal yang dilakukan Korut. “Mengingat perkembangan terakhir, Korut bisa melaksanakan tes hulu ledak nuklir bawah tanah. Dan kami menjaga kejadian itu,” ucap Moon.
PBB sudah menjatuhkan sanksi kepada Korut karena melancarkan empat kali uji coba rudal. Uji coba tersebut pun memicu ketegangan antara Korut dengan Korsel.