Rabu 22 Jun 2016 12:25 WIB

1.200 Pebisnis Dukung Inggris Tetap di Uni Eropa

Rep: Gita Amanda/ Red: Teguh Firmansyah
Perdana Menteri Inggris David Cameron.
Foto: Antara
Perdana Menteri Inggris David Cameron.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Kelompok pemimpin bisnis, termasuk 50 pemimpin dari FTSE 100 menyatakan dukungan mereka agar Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa.

Surat permohonan untuk mendukung pilihan tersebut dikeluarkan oleh 1.285 pemimpin bisnis. Seperti dikutip the Times, pebisnis menyebut Brexit akan merusak ekonomi Inggris.

Menurut para pengusaha bisnis kecil akan sangat rentan menghadapi guncangan ekonomi jika Inggris keluar dari Uni Eropa. Perdagangan Inggris dan pasar Uni Eropa juga harus diatur ulang kembali dari awal, jika Brexit terjadi.

"Inggris meninggalkan Uni Eropa akan berarti ketidakpastian bagi perusahaan kami, berkurangnya perdagangan dengan Eropa dan lapangan pekerjaan yang lebih sedikit," kata mereka dalam surat itu.

Penandatangan surat pernyataan termasuk pendiri Virgin Group, Sir Richard Banson. Pekan ini, ia meluncurkan kampanye sendiri untuk mengajak masyarakat mendukung Inggris tetap di Uni Eropa.

Baca juga, Cameron Bawa-Bawa Nama Turki Jelang Referendum Brexit.

Mantan wali kota New York Michael Bloomberg juga mengklaim Brexit dapat menyebabkan berkurangnya pekerjaan di Inggris dan membahayakan kemampuan Inggris memerangi terorisme.

Mereka bergabung dengan pengusaha Parfm Jo Malone dan pendiri Carphone Warehouse Charles Dunstone.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement