Kamis 30 Jun 2016 10:18 WIB

Setelah Erdogan Minta Maaf, Putin Cabut Embargo Turki

Rep: Gita Amanda/ Red: Ani Nursalikah
 Presiden Rusia Vladimir Putin memasuki Aula Alexadrovsky di Kremlin di Moskow, Rusia, 1 Oktober 2015.
Foto: Sergei Ilnitsky/Pool/AP
Presiden Rusia Vladimir Putin memasuki Aula Alexadrovsky di Kremlin di Moskow, Rusia, 1 Oktober 2015.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (29/6), mencabut larangan perjalanan Moskow ke Turki. Ia juga memerintahkan normalisasi hubungan perdagangan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menghubungi Putin dan meminta maaf terkait jatuhnya jet Rusia tahun lalu.

Setelah insiden penembakan kapal jet Rusia yang masuk wilayah Turki November lalu, Rusia menerapkan sejumlah sanksi terhadap Turki, termasuk di antaranya embargo beberapa produk makanan Turki, larangan penerbangan pesawat sewaan, penjualan paket wisata ke negara tersebut dan memperkenalkan kembali visa bagi pengunjung Turki.

"Saya ingin memulai dengan pariwisata, kita mencabut pembatasan administatif dalam hal ini," kata Putin dalam komentarnya yang disiarkan televisi, dikutip dari Middle East Online.

Putin juga mengatakan, meminta pemerintah Rusia memulai proses normalisasi perdagangan dan hubungan ekonomi dengan Turki.

Pada Senin lalu, Erdogan mengirim surat dan menghubungi Putin untuk menyatakan permintaan maaf atas insiden penembakan pesawat jet Rusia tahun lalu. Hal itu merupakan terobosan besar dalam peningkatan hubungan kedua negara.

Dalam sebuah pernyataan, Kremlin mengatakan Putin mengungkapkan belasungkawa mendalamnya atas pengeboman dan penembakan di bandara Istanbul.

Kedua pemimpin rencananya akan bertemu pada September mendatang di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Cina. Mereka akan melakukan pembicaraan tatap muka pertama mereka sejak ketegangan politik kedua negara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement