REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Seorang pria Kalifornia, AS, dinyatakan bersalah dan dijatuhkan hukuman penjara 30 tahun karena mencoba membantu perjalanan rekannya ke Timur Tengah untuk bergabung dengan kelompok militan ISIS.
Pengadilan di Kalifornia, Kamis (20/10), menyatakan Muhanad Badawi (25 tahun) bersalah karena bekerja sama menyediakan dukungan materi kepada kelompok militan tersebut dengan merekrut Nader Elhuzayel untuk bergabung dengan kelompok teroris ISIS. Pada September lalu, Elhuzayel juga sudah diputuskan pengadilan dengan hukuman 30 penjara.
"Panjangnya masa hukuman yang diberikan karena terdakwa karena menerima ideologi pembunuhan ISIS dan partisipasinya dalam sebuah skema untuk mengkhianati AS," kata Jaksa Eileen Decker dalam keputusannya.
Jaksa penuntut berpendapat Badawi pantas mendapatkan hukuman seperti halnya Elhuzayel. Alasan untuk menjatuhkan hukuman 30 tahun ditambah hukuman bersyarat seumur hidup, menurut jaksa penuntut adalah karena Badawi bertindak sebagai perekrut, radikal dan fasilitator untuk kelompok militan ISIS.
"Kejahatan mereka sama berbahayanya, peluang mereka untuk rehabilitasi sama suramnya," demikian pernyataan yang dikeluarkan pengadilan distrik Santa Ana, Kalifornia beberapa waktu lalu.
Kate Corrigan, pengacara Badawi menyatakan ia telah berusaha mengurangi hukuman kliennya menjadi 15 tahun dengan beralasan berbeda dengan Elhuzayel, Badawi tidak memiliki tiket untuk meninggalkan AS untuk bergabung dengan ISIS. Corrigan menegaskan ia akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan tersebut.
"Pesan nyata dari sidang hari ini adalah siapa saja yang berpikir ingin mendukung ISIS atau bahkan meski hanya sekadar mencoba beretorika, maka bersiaplah masuk penjara," kata Corrigan.
Badawi ditangkap pada 21 Mei 2015, hari yang sama saat Elhuzayel juga ditangkap di Bandara Internasional Los Angeles ketika mencoba untuk melakukan perjalanan ke Tel Aviv, Israel melalui Istanbul, Turki. Badawi, yang beremigrasi ke AS dari Sudan pada 2006, memberi akses kepada Elhuzayel berupa kartu debit dana hibah Pell miliknya untuk membeli tiket pesawat tiket sekali jalan.
Kedua pria membuat rencana perjalanan mereka empat hari setelah peristiwa serangan 4 Mei oleh dua orang bersenjata terhadap pameran karikatur Nabi Muhammad di Texas. Kedua orang bersenjata tersebut tewas ditembak polisi selama terjadinya serangan.