Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Ratusan Mahasiswa Bangladesh Protes Myanmar

Selasa 22 Nov 2016 12:59 WIB

Rep: Fira Nursya'bani/ Red: Agus Yulianto

Kuburan massal di Thailand Selatan dimana yang menjadi korban adalah pengungsi muslim Rohingya.

Kuburan massal di Thailand Selatan dimana yang menjadi korban adalah pengungsi muslim Rohingya.

Foto: abc

REPUBLIKA.CO.ID, DHAKA - Ratusan mahasiswa dari Dhaka University melakukan unjuk rasa pada Senin (21/11). Mereka melayangkan protes terhadap Pemerintah Myanmar terkait penindasan yang dialami kelompok minoritas Muslim Rohingya.

Mereka berkumpul di Raju Memorial Monument pada pukul 11.00 waktu setempat. Sejumlah mahasiswa membawa spanduk bertuliskan "Setop Genosida terhadap Rohingya di Arakan."

Dilansir dari Dhaka Tribune, mereka mendesak PBB dan badan-badan HAM global untuk memaksa Militer Myanmar menghentikan pembunuhan massal. Para mahasiswa mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa hingga ke depan Kedutaan Besar Myanmar di Bangladesh.

Para demonstran juga menegaskan, hadiah Nober Perdamaian harus segera dicopot dari Pemimpin Myanmar saat ini, Aung San Suu Kyi. Suu Kyi dianggap gagal menghentikan kekerasan dan menciptakan perdamaian untuk Rohingya, terutama di Negara Bagian Rakhine.

Militer Myanmar telah menewaskan hampir 70 orang dan menangkap sekitar 400 orang dalam enam hari. Aktivis HAM mengatakan, jumlah korban sebenarnya bisa jauh lebih besar. Saksi mengemukakan, para tentara Myanmar tidak hanya membunuh Muslim Rohingya, mereka juga memperkosa perempuan, menjarah, dan membakar rumah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA