Rabu 12 Apr 2017 16:48 WIB

Ahmadinejad Diajukan Kembali Menjadi Capres Iran

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Mahmoud Ahmadinejad
Foto: AP/Bebeto Matthews
Mahmoud Ahmadinejad

REPUBLIKA.CO.ID, TEHRAN -- Mantan presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, pada Rabu (12/4), kembali diajukan untuk mengikuti Pemilihan Presiden (Pilpres) Iran yang akan digelar Mei mendatang.

Dilaporkan laman USA Today, kendati Ahmadinejad diajukan kembali untuk mengikuti pilpres, banyak kalangan percaya bahwa pilpres mendatang akan dimenangkan oleh presiden moderat Hassan Rouhani. Rouhani merupakan tokoh yang menegosiasikan kesepakatan nuklir Iran dengan negara-negara kekuatan dunia.

Ahmadinejad sebelumnya pernah menjabat sebagai presiden Iran selama dua periode, yakni sejak 2005 hingga 2013. Di bawah hukum Iran kala itu Ahmadinejad memang dianggap memenuhi syarat untuk melanjutkan masa pemerintahan empat tahun berikutnya.

Namun, saat Ahmadinejad menjabat presiden, Iran harus menderita karena sanksi internasional yang diterima pemerintahannya. Sanksi internasional diberikan karena Barat menuding Iran mengembangkan senjata nuklir secara diam-diam. Tapi Iran menegaskan bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.

Pada Pilpres 2009, gelombang protes terhadap Ahmadinejad terjadi. Peristiwa ini menyebabkan ribuan orang ditahan dan puluhan lainnya tewas.

Insiden tersebut menyebabkan Ayatollah Ali Khamenei angkat bicara. Kala itu, walaupun tidak menyebutkan namanya secara eksplisit, Khameinei merekomendasikan agar salah satu kandidat tidak lagi mencari jabatan presiden karena akan menyebabkan Iran dalam bahaya dan terpolarisasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement