Selasa 22 May 2018 03:01 WIB

Pengacara Najib Razak Mengundurkan Diri

Najib Razak akan menjalani pemanggilan oleh lembaga anti korupsi Malaysia.

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak
Foto: Channel News Asia
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pengacara mantan perdana menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak, Datuk Harpal Singh Grewal, mengundurkan diri menjelang penyelidikan 1Malaysia Development Bhd (1MDB) oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC). Najib Razak rencananya akan dimintai keterangan oleh lembaga antikorupsi Malaysia pada Selasa (22/5) siang ini.

Datuk Harpal Singh Grewal mengonfirmasi kepada Malay Mail, Senin (21/5) malam, bahwa dia dan M. Athimulan yang sebelumnya mewakili Najib telah mengundurkan diri dari kasus tersebut. Harpal menyebutkan tim tujuh orang baru yang dipimpin oleh pengacara Datuk Mohd Yusof Zainal Abiden akan mengambil alih kasus tersebut.

Harpal mengatakan bahwa Zainal mempunyai tim sendiri dan dia lebih suka bekerja dengan tim tersebut. "Ini bukan masalah besar, itu terjadi dalam hal-hal seperti ini," ujarnya.

Saat ditanya mengapa keputusan dirinya mengundurkan diri berdekatan dengan pemanggilan Najib oleh MACC,  Harpal enggan berkomentar.

Baca juga: KPK Malaysia Panggil Najib Razak Soal Skandal 1MDB Besok

Mantan perdana menteri Najib Razak diharapkan dapat memberi keterangan pada lembaga antikorupsi Malaysia pada Selasa (22/5). Ia diminta menjelaskan skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dituduhkan kepada dirinya.

Ia diduga menerima dana 681 juta dolar AS di rekening pribadinya menjelang pemilihan umum Malaysia pada tahun 2013 lalu. Dalam hal ini, istrinya, Seri Rosmah Mansor, juga diduga berkuasa besar.

Sebelumnya dikabarkan, kedua orang tersebut dilarang meninggalkan Malaysia setelah pemilu selesai. Belum lama ini, kediaman mereka serta beberapa aset lain seperti apartemen digeledah.

Berkoper-koper uang dalam bentuk dolar, perhiasan emas, dan barang mewah ikut disita polisi. Najib akhirnya dipanggil ke Komisi Pemberantasan Korupsi Malaysia (MACC) untuk memberikan pernyataan atas temuan polisi tersebut.

Hal itu didukung oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Ia membela tindakan kepolisian yang menggeledah rumah dan apartemen pribadi Najib di Kuala Lumpur secara maraton mulai dari Rabu malam hingga Kamis demi menemukan bukti-bukti terkait skandal 1MDB.

Kepala MACC Datuk Seri Mohd Shukri Abdul mengatakan kepada wartawan, pemanggilan Najib menjadi agenda khusus. Najib secara konsisten membantah melakukan kesalahan terkait dengan 1MDB sejak skandal itu meletus pada tahun 2015.

Dia malah meminta jaksa agung dan beberapa petugas MACC untuk menghentikan penyelidikan. Najib mengatakan, 681 juta dolar AS yang ada di dalam rekeningnya saat ini adalah sumbangan dari Kerajaan Saudi, menyanggah laporan bahwa dana itu berasal dari 1MDB.

MACC tak kehilangan akal, ia membuka kembali penyelidikan dan berfokus pada 10,6 juta dolar AS dana SRC International masuk ke kantong Najib. SRC diciptakan pada tahun 2011 oleh pemerintah Najib guna mengejar investasi luar negeri dalam sumber daya energi, dan merupakan unit 1MDB hingga dipindah ke Kementerian Keuangan pada tahun 2012.

Skandal ini juga membuat Mahathir membentuk tim yang terdiri atas badan antikorupsi, polisi, dan bank sentral, yang akan berhubungan dengan lembaga penegak hukum di Amerika Serikat, Swiss, Singapura, Kanada, dan negara-negara terkait lainnya, dilansir laman the Star.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement