Rabu 27 Jun 2018 13:34 WIB

Pompeo: Trump Ingin Krisis Teluk Diselesaikan

Menurut Trump, krisis Teluk hanya menguntungkan Iran.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Reiny Dwinanda
Qatar
Foto: Picserver
Qatar

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menginginkan perselisihan antara Qatar dan negara-negara Teluk segera diselesaikan.  Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ketika bertemu Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani di Washington pada Selasa (26/6).

"Presiden Trump ingin perseslisihan Qatar dengan negara-negara Teluk diakhiri karena hanya menguntungkan Iran," kata Pompeo yang selain membahas peningkatan hubungan bilateral juga mendiskusikan tentang krisis Teluk dengan Syekh Mohammed, seperti dikutip laman Anadolu Agency.

Pada 5 Juni 2017 Arab Saudi, Mesir, Bahrain, dan Uni Emirat Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Keempat negara tersebut memblokade seluruh akses dari dan menuju Qatar.

Hal itu dilakukan karena keempat negara menuduh Qatar menjadi pendukung dan penyokong kelompok ekstremis dan teroris di Teluk. Tuduhan tersebut pun segera dibantah oleh Doha.

Belakangan negara-negara Teluk mengajukan 13 tuntutan kepada Qatar. Tuntutan tersebut harus dipenuhi bila Qatar ingin terbebas dari blokade dan embargo. Namun Qatar telah menyatakan bahwa poin-poin dalam tuntutan tersebut tidak realistis dan mustahil dipenuhi.

Adapun tuntutan tersebut antara lain meminta Qatar memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, menghentikan pendanaan terhadap kelompok teroris, dan menutup media penyiaran Aljazirah.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement