Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Iran: Tawaran Pembicaraan Trump Kosong

Sabtu 08 Jun 2019 20:46 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Donald Trump

Donald Trump

Foto: REUTERS/Mike Segar
AS menjatuhkan sanksi ke perusahaan petrokimia Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemerintah Iran menyebut kesediaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk melakukan pembicaraan dengannya hanya omong kosong. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons Teheran atas penerapan sanksi baru oleh Washington yang memibidik perusahaan petrokimia terbesar di negara tersebut.

Baca Juga

"Hanya perlu satu pekan sampai klaim presiden Amerika tentang pembicaraan dengan Iran terbukti kosong," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi pada Sabtu (8/6).

Sementara itu Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami mengomentari tentang kehadiran kapal perang Amerika di kawasan Teluk. Ia mengklaim bahwa musuh-musuh Iran tak berani memulai konflik karena kondisi pertahanan negara mereka yang maju.

"Musuh takut akan segala jenis perang atau kemungkinan konflik dengan Iran," kata Hatami seraya menambahkan bahwa tawaran pembicaraan AS tanpa syarat adalah keliru.

Pada Jumat lalu, AS kembali memberlakukan sanksi terharap Iran. AS membidik perusahaan petrokimia terbesar negara itu, yakni the Persian Gulf Petrochemical Industries Company (PGPIC). Perusahaan itu disebut memberikan dukungan kepada Khatam al-Anbiya Construction yang merupakan cabang teknik Garda Revolusi Iran.

Departemen Keuangan AS mengatakan, Kementerian Perminyakan Iran telah memberikan Khatam al-Anbiya Construction 10 proyek berbeda dalam industri petrokimia dan minyak. Nilainya mencapai 22 miliar dolar AS.

"Dengan menargetkan jaringan ini, kami bermaksud menolak pendanaan untuk elemen-elemen kunci dari sektor petrokimia Iran yang memberikan dukungan kepada Pasukan Garda Revolusi Iran," kata Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA