Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kisah Bos Kanada Selamatkan 300 Pengungsi Suriah

Ahad 13 Oct 2019 11:48 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Pengusaha Kanada Jim Estill menolong 300 pengungsi Suriah di Kanada dengan uangnya sendiri.

Pengusaha Kanada Jim Estill menolong 300 pengungsi Suriah di Kanada dengan uangnya sendiri.

Foto: Danby
Jim merogoh kantongnya sendiri untuk memukimkan pengungsi Suriah di Kanada.

REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO -- Dia adalah seorang pengusaha sukses Kanada. Jim Estill (62 tahun) mengabdikan dirinya menampung para pengungsi Suriah usai melihat kengerian perang saudara yang tak kunjung henti di Suriah melalui saluran televisi.

Sebagai pengusaha, ia berjanji membantu pengungsi Suriah menetap di Kanada. Alasannya sangat sederhana, ia pikir membantu mereka adalah hal yang benar untuk dilakukan.

Kembali ke 2015, saat itu, pemerintah Kanada dalam proses menyiapkan skema resmi untuk menampung oang-orang yang melarikan diri dari Suriah. Namun, Jim frustasi dengan semua penundaan.

"Saya bisa melihat krisis terjadi di Suriah, dan saya berpikir pemerintah (Barat) melakukan sesuatu dengan cukup cepat," ujar Jim seperti dilansir BBC, pekan lalu.

Dari situ, Jim memutuskan menanganinya sendiri. Dia merogoh 1,5 juta dolar Kanada dari kantongnya sendiri untuk membawa para pengungsi Suriah dari Timur Tengah ke kota asalnya Guelph, Ontario atau sekitar 95 kilometer sebelah barat Toronto.

Dia dapat melakukannya berkat kebijakan Kanada yang disebut Private Program Sponsorship of Refugees. Kebijakan tersebut diperkenalkan 41 tahun lalu.

Kebijakan itu awalnya untuk membantu orang-orang yang melarikan diri setelah Perang Vietnam. Kebijakan tersebut memungkinkan warga Kanada menyambut dan menampung pengungsi di Kanada. Syaratnya, mereka harus berkomitmen menutupi biaya kedatangan pengungsi baru selama tahun pertama.

Jim awalnya membawa 50 keluarga Suriah untuk ditampung dan pindah ke Guelph (kota dengan populasi 135 ribu penduduk). Jim menempatkan beberapa pengungsi di rumahnya sendiri.

Dia mengumpulkan kelompok-kelompok gereja dan 800 sukarelawan di seluruh kota serta bekerja erat dengan masyarakat Muslim setempat. Mereka menyediakan kamar kosong di rumah-rumah mereka atau membantu menemukan apartemen kosong. Salvation Army memimpin dalam mengumpulkan pakaian untuk membantu para pengungsi tetap hangat selama musim dingin di Kanada.

Jim mengatur agar setiap keluarga Suriah memiliki akses ke guru bahasa Inggris dan Arab sehingga mereka dapat mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah serta memulai mencari pekerjaan, mendapatkan rekening bank dan sebagainya. Jim juga memberikan 28 pengungsi Suriah kerja penuh waktu di perusahaan miliknya.

Jim memiliki perusahaan peralatan rumah tangga Kanada, Danby. Bisnisnya memiliki omzet tahunan senilai 400 miliar dolar Kanada yang berbasis di Guelph.

Sementara untuk warga Suriah lainnya Jim memberikan jaminan keuangan sehingga mereka bisa mendirikan toko dan menciptakan usaha bisnis lainnya. Kini, Jim telah membantu mensponsori 89 kepala keluarga Suriah atau lebih dari 300 orang.

"Ini tentang penyelesaian orang-orang baik ini dan membantu mereka melalui masa-masa sulit," katanya.

Salah satu warga Suriah yang kini tinggal di Guelph, Ahmad Abed, melarikan diri dari Tanah Airnya pada 2016 setelah ia dihantam oleh pecahan bom di kota Homs. "Terima kasih kepada Bapak Estill dan program sponsor. Guelph adalah rumah baru saya. Istri saya sudah mulai membuka toko kaus kaki di pusat kota," kata Abed.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA