Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Meksiko Akui Ceroboh dalam Penangkapan Ovidio Guzman

Sabtu 19 Oct 2019 15:48 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Asap dari mobil yang terbakar membumbung di tengah baku tembak di Culiacan, Meksiko, Kamis (17/10). Aksi tembak-tembakan terjadi setelah polisi menahan putra gembong narkoba Joaquin

Asap dari mobil yang terbakar membumbung di tengah baku tembak di Culiacan, Meksiko, Kamis (17/10). Aksi tembak-tembakan terjadi setelah polisi menahan putra gembong narkoba Joaquin

Foto: AP Photo/Augusto Zurita
Penangkapan Ovidio Guzman memicu baku tembak antara polisi dengan anggota kartel.

REPUBLIKA.CO.ID, MEXICO CITY--Pejabat pemerintah Meksiko mengakui mereka telah melakukan kecerobohan dalam upaya penangkapan Ovidio Guzman, putra kartel narkoba Joaquin Guzman atau yang lebih dikenal dengan sebutan El Chapo. Penangkapan itu memicu baku tembak antara polisi dengan anggota kartel.

Namun Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador bersikeras strategi pihak keamanan berhasil. Anggota kartel mengepung 35 polisi dan garda nasional di barat laut kota Culiacan. Mereka berhasil membebaskan, Ovidio Guzman yang juga salah satu dari pemimpin kartel yang ditahan.

Upaya kartel membebaskan Ovidio Guzman memicu baku tembak yang mengejutkan seluruh Meksiko. Kekacauan di Culiacan, benteng kartel Guzman di negara bagian Sinaloa memberikan tekanan kepada Presiden Lopez Obrador.

Presiden yang mulai berkuasa pada Desember tahun lalu itu berjanji menciptakan perdamaian dan ketenangan di negara yang diluputi kekerasan geng narkoba dan pembunuhan selama puluhan tahun. Pemerintah mengatakan upaya pihak berwenang menegakkan surat penahanan hakim federal terhadap Ovidio Guzman mendapat perlawanan sengit.

Pada akhirnya Lopez Obrador mendapat kritikan keras di media sosial dan dari pakar keamanan. Para pakar mengatakan pihak berwenang mengambil resiko yang mendorong geng-geng narkoba lain mengambil tindakan yang sama.

Selain itu langkah pihak berwenang mundur dari kota besar menciptakan kesan kartel dan bukan negara yang memiliki kontrol. Pemerintah mengatakan operasi di Culiacan, pusat negara bagian Sinaloa dan rumah bagi hampir satu juta orang tidak berjalan sesuai rencana yang seharusnya.

"Ini dilakukan dengan tergesa-gesa, konsekuensinya tidak dipertimbangkan, bagian yang paling beresiko tidak perhitungkan," kata Menteri Pertahanan Meksiko Luis Cresencio Sandoval dalam konferensi pers yang dilakukan bersama Menteri Keamanan Alfonso Durazo.

Durazo menyebut upaya penangkapan Ovidio Guzman itu sebagai 'kegagalan'. Ia mengakui dia dan petinggi militer tidak mengetahui misi penangkapan penyeludup narkoba itu. Ia menyebutnya sebagai kesalahan dalam birokrasi. 

Namun Lopez Obrador membela operasi tersebut. Ia mengatakan menangkap seorang penjahat tidak bisa lebih berarti daripada menyelamatkan nyawa manusia. Menurutnya keputusan pihak keamanan melepas Ovidio Guzman sebagai keputusan yang baik.

"Kami tidak ingin orang mati, kami tidak ingin perang, kami melakukan strategi kami dengan baik," kata Lopez Obrador.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA