Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Merkel Harap Kesepakatan Brexit PM Inggris Disetujui

Selasa 12 Nov 2019 18:55 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Kanselir Jerman Angela Merkel saat konferensi pers di Berlin, Rabu (21/8).

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Kanselir Jerman Angela Merkel saat konferensi pers di Berlin, Rabu (21/8).

Foto: Bernd Von Jutrczenka/dpa via AP
Merkel berharap parlemen Inggris menyetujui kesepakatan Brexit PM Inggris dan UE.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan ia berharap parlemen Inggris untuk menyetujui kesepakatan Brexit yang diajukan Perdana Menteri Boris Johnson dengan Uni Eropa. Sejak referendum 2016 sampai kini proses Brexit belum juga selesai.

Baca Juga

"Saya beri kesempatan yang sangat, sangat besar kepada Inggris untuk menyetujui perjanjian ini dan itu akan menjadi hal baik untuk kami semua," kata Merkel dalam sebuah acara bisnis di Berlin, Selasa (12/11).  

Pada 2016, rakyat Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa. Tapi saat ini belum ada keputusan tentang bagaimana, kapan, dan bahkan apakah Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa.

Johnson sempat berjanji untuk melaksanakan Brexit pada 31 Oktober tapi akhirnya gagal. Ia meminta diadakan pemilihan umum pada 12 Desember setelah parlemen tidak meratifikasi kesepakatannya dengan Uni Eropa.  

Pada Senin (11/11), Johnson mendapatkan keuntungan untuk memenangkan pemilihan umum. Nigel Farage dari Partai Brexit menarik 317 anggota Partai Konservatif untuk mencegah pihak yang menentang Brexit menguasai parlemen berikutnya.

Langkah tersebut meningkatkan kesempatan Johnson untuk mempertahankan kursi perdana menteri, sebelum akhirnya berhasil melaksana referendum 2016 untuk mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA