Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

AS Tuding Mantan Konjen Saudi Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Rabu 11 Des 2019 08:23 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Deplu AS menuding mantan Konsul Jenderal Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi. Ilustrasi.

Deplu AS menuding mantan Konsul Jenderal Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi. Ilustrasi.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Deplu AS menuding mantan Konsul Jenderal Arab Saudi terlibat pembunuhan Khashoggi

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuding mantan Konsul Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Mohammed al Otaibi, terlibat dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Otaibi dipindahkan dari jabatannya sehari setelah pembunuhan Khashoggi.

"Pembunuhan Jamal Khashoggi adalah kejahatan keji dan tidak dapat diterima. Tindakan kami hari ini adalah langkah penting dalam menanggapi pembunuhan Khashoggi," ujar pernyataan Departemen Luar Negeri AS dilansir Anadolu Agency.

Departemen Luar Negeri AS terus mendesak Arab Saudi untuk memberikan tindakan hukum yang adil dan transparan kepada mereka yang bertanggung jawab atas kematian Khasshogi. Selain itu, AS juga meminta pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.

"Kami akan terus mencari semua fakta yang relevan, berkonsultasi dengan Kongres, dan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu," ujar pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Aljazirah melaporkan, Otaibi sebelumnya menjadi subjek pembekuan aset AS atas dugaan perannya dalam pembunuhan Khasshogi. Sanksi terhadap Otaibi datang ketika pemerintahan Trump mengumumkan sanksi ekonomi terhadap individu yang diduga melakukan pelanggaran hak asasi manusia di enam negara. AS melarang dua individu termasuk warga Saudi untuk memasuki negaranya.

CIA dan beberapa pemerintah Barat percaya bahwa putra mahkota Saudi telah memerintahkan pembunuhan tersebut. Namun, pejabat Saudi tetap bersikukuh bahwa sang pangeran tidak terlibat dalam pembunuhan keji itu. Sebelas tersangka telah diadili atas kematian Khasshogi.

Pelapor Khusus PBB Agnes Callamard menyimpulkan dalam sebuah laporan bahwa pembunuhan terhadap Khasshogi adalah eksekusi yang disengaja dan direncanakan. Dia mendorong agar Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman ikut diselidiki. Para pejabat Saudi menegaskan pembunuhan Khasshogi tidak melibatkan sang pangeran.

Khasshogi dieksekusi pada 2 Oktober 2018 di Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Dia diduga telah dibunuh oleh tim khusus yang dibentuk oleh Saudi. Hingga kini, jenazah Khasshogi tidak pernah ditemukan.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA