Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

AS Larang Konsul Jenderal Saudi Istanbul Masuk AS

Rabu 11 Dec 2019 08:32 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Christiyaningsih

Jamal Khashoggi. AS larang Konsul Jenderal Saudi Istanbul masuk AS. Ilustrasi.

Jamal Khashoggi. AS larang Konsul Jenderal Saudi Istanbul masuk AS. Ilustrasi.

Foto: Metafora Production via AP
AS pada Selasa (10/12) melarang Mohammed al Otaibi memasuki negara tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/12) melarang Mohammed al Otaibi memasuki negara tersebut. Al Otaibi adalah mantan konsul jenderal Saudi di Istanbul pada Oktober 2018 ketika wartawan Saudi Jamal Khashoggi terbunuh di sana.

"Pembunuhan Jamal Khashoggi adalah kejahatan keji, tidak dapat diterima," kata Departemen Luar Negeri AS dilansir di Reuters, Rabu (11/12).

Departemen itu menambahkan bahwa AS terus mendesak pemerintah Saudi untuk melakukan pengadilan yang penuh, adil, dan transparan untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang berperan dalam kasus kematian mantan kolumnis Washington Post.

Khashoggi adalah warga AS dan kritikus Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Dia terakhir terlihat di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018 di mana dia akan menerima dokumen sebelum pernikahannya. Tubuhnya dilaporkan dipotong-potong dan dikeluarkan dari gedung dan jenazahnya belum ditemukan.

Pembunuhan itu menyebabkan kegemparan global, menodai citra putra mahkota. CIA dan beberapa pemerintah Barat mengatakan mereka percaya Pangeran Mohammad memerintahkan pembunuhan itu. Tetapi para pejabat Saudi mengatakan Putra Mahkota tidak memiliki peran. Sebelas tersangka Saudi telah diadili atas kematiannya dalam proses rahasia di Riyadh.

Namun Presiden Donald Trump telah menyatakan keraguan tentang penilaian CIA dan berpendapat bahwa Washington tidak boleh mengambil risiko aliansi dengan Riyadh. Ini merupakan landasan kebijakan keamanan AS di Teluk dan dianggap sebagai penyeimbang regional untuk Iran.

Amerika Serikat telah mengerahkan pasukan militer tambahan Amerika ke kerajaan itu untuk meningkatkan pertahanannya setelah serangan 14 September terhadap fasilitas minyaknya. Washington dan Riyadh menuding Iran bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, banyak anggota Kongres AS telah mempertanyakan aliansi keamanan AS-Saudi yang telah lama dan mendukung beberapa upaya, yang sejauh ini gagal, untuk menghentikan Trump dari menjual senjata ke kerajaan tanpa persetujuan kongres atau memberikan dukungan kepada koalisi militer yang dipimpin Saudi di Yaman.

Kekhawatiran seperti itu telah meningkat lebih jauh setelah pembunuhan Khashoggi.

"Kami akan terus mencari semua fakta yang relevan, berkonsultasi dengan Kongres, dan bekerja dengan negara-negara lain untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu," kata Departemen Luar Negeri AS.

Otaibi sebelumnya adalah subjek dari pembekuan aset AS atas dugaan perannya dalam kematian Khashoggi. Penunjukan itu juga melarang anggota keluarganya memasuki Amerika Serikat.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA