Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Boris Johnson Temui Para Menteri Bahas Timur Tengah

Selasa 07 Jan 2020 13:40 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

PM Inggris Boris Johnson bertemu para menteri termasuk Menlu Dominic Raab. Ilustrasi.

PM Inggris Boris Johnson bertemu para menteri termasuk Menlu Dominic Raab. Ilustrasi.

Foto: Reuters
PM Inggris Boris Johnson bertemu para menteri termasuk Menlu Dominic Raab

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bertemu dengan para menteri kabinet senior pada Senin sore, termasuk Menteri Luar Negeri Dominic Raab dan Menteri Pertahanan Ben Wallace untuk mengevaluasi krisis terbaru di Timur Tengah. Raab mengatakan pesan utama pemerintah Inggris adalah pentingnya mengurangi ketegangan dan menemukan cara diplomatik melalui krisis tersebut.

"Kami telah jelas bahwa situs budaya dilindungi di bawah hukum internasional, dan kami berharap itu dihormati," kata Raab.

Selain itu, Johnson juga melakukan panggilan telepon dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi. Keduanya sepakat untuk bekerja sama menemukan jalan diplomatik ke depan.

"Perdana menteri (Boris Johnson) menggarisbawahi komitmen AS terhadap stabilitas dan kedaulatan Irak dan menekankan pentingnya perjuangan berkelanjutan melawan ancaman bersama," ujar juru bicara Downing Street. Johnson diperkirakan akan memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional Selasa pagi.

Inggris telah mengurangi jumlah staf kedutaan besar di Teheran dan Baghdad. Hal ini karena meningkatnya ketegangan setelah tewasnya komandan militer Iran, Qasem Soleimani dalam serangan udara Amerika Serikat (AS).

Sky News melaporkan, penarikan beberapa diplomat adalah tindakan pencegahan. Menurut laporan tersebut, Duta Besar Rob Macaire di Teheran dan Duta Besar Stephen Hickey di Baghdad tetap berada di tempatnya.

"Keselamatan dan keamanan staf kami sangat penting, dan kami menjaga postur keamanan kami di bawah tinjauan rutin. Kedutaan besar kami di Baghdad dan Teheran tetap buka," ujar juru bicara Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO).

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA