Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Kebakaran Hutan Australia Rusak 10,3 Juta Hektare Lahan

Ahad 12 Jan 2020 06:14 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolanda

Abu dan arang sisa kebakaran terbawa hanyut di tepian Boydtown Beach di sungai Nullica, Eden, Australia.

Abu dan arang sisa kebakaran terbawa hanyut di tepian Boydtown Beach di sungai Nullica, Eden, Australia.

Foto: Tracey Nearmy/Reuters
Kerusakan akibat kebakaran Australia telah menyamai luas negara Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Kebakaran hutan di Australia telah menghancurkan lebih dari 10,3 juta hektare lahan. Dalam beberapa bulan terakhir, luas kerusakan telah setara dengan ukuran Korea Selatan.

Area yang terbakar di negara bagian New South Wales saja lebih besar lima kali dari seluruh area yang terbakar di Brasil tahun lalu. Menggabungkan kebakaran tahun 2019 di Kalifornia, Brasil, dan Indonesia masih berjumlah kurang dari setengah area yang terbakar di Australia.

Menurut angka dari Dinas Darurat Kebakaran, negara-negara bagian timur Queensland, New South Wales, dan Victoria menyumbang 84 persen dari wilayah itu. Mayoritas kebakaran terjadi di negara bagian New South Wales, menyelimuti Sydney dalam asap hampir sepanjang Desember.

Baca Juga

Negara bagian Victoria telah menghadapi kebakaran terburuk dalam sepekan terakhir. Kapal perang angkatan laut dan pesawat militer telah digunakan untuk mengevakuasi ratusan yang terperangkap di sepanjang pantai, karena taman nasional telah hancur.

Lebih jauh ke utara di Queensland, musim kebakaran biasanya dimulai pada Agustus, lebih awal daripada New South Wales dan Victoria. Di sini, kebakaran lebih sporadik dengan lingkup yang kecil, berbeda dengan kebakaran besar di New South Wales.

Saat ini ada delapan kebakaran aktif di New South Wales dan Victoria yang lebih besar dari kebakaran terbesar yang pernah tercatat di Kalifornia, negara bagian Amerika Serikat yang terkenal dengan kebakaran hutannya yang mematikan. Petugas pemadam kebakaran memanfaatkan beberapa hari suhu dingin di tenggara untuk mempersiapkan kembali kondisi panas dan angin akhir pekan yang bisa memicu kebakaran baru yang mungkin lebih besar. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA