Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Rouhani Akui Penembakan Pesawat Ukraina tak Dapat Dimaafkan

Selasa 14 Jan 2020 16:37 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani

Foto: Iranian Presidency Office via AP
Rouhani menyatakan Iran bertanggung jawab atas penembakan pesawat Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan, Iran bertanggung jawab atas penembakan tak disengaja pesawat Ukraina pekan lalu. Rouhani menegaskan bahwa peristiwa tragis itu akan diselidiki secara menyeluruh.

Baca Juga

"Itu (kecelakaan pesawat Ukraina) adalah kesalahan yang tidak dapat dimaafkan. Satu orang tidak dapat sepenuhnya bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat," ujar Rouhani.

Dia mengatakan, angkatan bersenjata Iran mengakui kesalahan mereka, yang kata dia, langkah awal yang baik. "Kita harus meyakinkan semua orang bahwa itu tidak akan terjadi lagi," ujar Rouhani. Pemerintah Iran bertanggung jawab kepada Iran dan negara-negara lain yang warganya menjadi korban dalam kecelakaan pesawat.

Pesawat Ukraina itu ditembak jatuh tidak lama setelah Iran melancarkan serangannya ke Irak. Sebanyak 176 orang yang berada di dalam pesawat meninggal dunia. Sementara, tidak ada korban tewas atau terluka dalam serangan Iran ke pangkalan militer di Irak.

Iran kemudian mengakui bahwa militer Iran tidak sengaja menembakkan rudal ke pesawat Ukraine International Airlines. Pengumuman yang dibacakan dalam saluran TV pemerintah menyatakan, peristiwa itu terjadi karena ketidaksengajaan yang dilakukan oleh kesalahan manusia atau human error.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA