Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Lebih dari Setengah Korban Pesawat Ukraina Teridentifikasi

Kamis 16 Jan 2020 10:23 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Petugas menunjukkan foto seorang gadis di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Shahedshahr, Teheran, Iran, Rabu (8/1).

Petugas menunjukkan foto seorang gadis di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Shahedshahr, Teheran, Iran, Rabu (8/1).

Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Sejumlah korban meninggal di pesawat Ukraina dimakamkan di Teheran, Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --  Kepala kantor investigasi di Teheran mengatakan 123 dari 176 korban jatuh pesawat Ukraina telah diidentifikasi. Beberapa korban dimakamkan di pemakaman Behesht-e Zahra yang luas di selatan Teheran, sementara yang lain akan dipindahkan ke luar negeri, sesuai negara asal.

Baca Juga

Laporan kantor berita Iran ILNA menyatakan, sebagian besar dari mereka yang menggunakan penerbangan Ukraina International Airlines 752 menuju Kiev adalah warga Iran atau dua warga negara. Banyak dari mereka mahasiswa yang kembali ke universitas di luar negeri atau keluarga dalam perjalanan pulang setelah melihat kerabat di Iran.

Dalam prosesi pemakaman, emosi memuncak ketika para korban akan dikebumikan. Bendera nasional dari peti mati salah satu korban robek ketika kerabat mengerumuni dan sang ibu berteriak "Hancurkan". Selain itu, demonstrasi tetap berjalan, para pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di kota-kota Iran selama empat hari. Di beberapa tempat, para demonstran mendapat tanggapan keras dari polisi.

Meski protes masih terus berjalan, kondisi cukup mendingin, dengan kumpulan orang yang semakin berkurang. Namun, berbeda hal dengan kondisi di media sosial yang menunjukan video polisi anti huru hara berkumpul di luar universitas, titik fokus untuk demonstrasi.

Dalam protes sebelumnya, rekaman menunjukkan polisi memukuli demonstran, suara tembakan, gas air mata dan darah di tanah. Skala penuh kerusuhan dan penumpasan sulit ditentukan karena pembatasan pelaporan independen.

Sedangkan Kanada, Ukraina, Inggris, dan negara-negara lain yang memiliki warga di pesawat jatuh akan bertemu di London untuk membahas tindakan hukum terhadap Iran pada Kamis. Mereka akan menuntut pertangungjawaban dan investigasi secara penuh.

Militer dan pejabat tinggi meminta maaf atas kesalahan dalam menjatuhkan pesawat yang akan terbang ke Kiev, Ukraina. Pemerintah Iran mengatakan akan menuntut orang-orang yang menyebabkan peristiwa itu. Peradilan mengatakan, sudah terdapat tersangka yang ditangkap karena dituduh memiliki peran dalam bencana tersebut. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA