Selasa 16 Jun 2020 11:05 WIB

Turki Ubah Permainan di Libya

Turki memberikan bantuan bimbingan dan peralatan militer buat pasukan GNA d Tripoli.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Tentara Libya merayakan kemenangan setelah merebut kota Tarhuna dari milisi pemberontak Khalifa Haftar di barat Libya pada 5 Juni 2020. ( Hazem Turkia - Anadolu Agency )
Foto: Anadolu Agency
Tentara Libya merayakan kemenangan setelah merebut kota Tarhuna dari milisi pemberontak Khalifa Haftar di barat Libya pada 5 Juni 2020. ( Hazem Turkia - Anadolu Agency )

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar mengatakan, pelatihan dan bimbingan tentara Turki memberikan kontribusi sangat signifikan bagi pasukan Government of National Accord (GNA) di Tripoli. Tentara Turki memberikan pelatihan militer, kerja sama, dan layanan konsultasi kepada pasukan GNA.

"Setelah undangan resmi oleh pemerintah Sarraj (Perdana Menteri Libya, Fayez al-Sarraj), kami mengirim beberapa angkatan bersenjata kami ke (Libya). Anggota GNA menjadi sangat sukses selama perjuangan mereka," kata Akar, dilansir Hurriyet Daily News.

Baca Juga

Akar juga mengatakan bahwa tentara GNA menggunakan peralatan militer dan persenjataan secara sangat efektif. Akar mengatakan, bantuan militer Turki terhadap pasukan GNA memiliki kontribusi yang sangat signifikan untuk keberhasilan mereka merebut wilayah yang dikuasai Khalifa Haftar.

Menurut Akar, bantuan militer Turki telah mengubah keseimbangan di wilayah Libya. "Sekarang, tidak ada yang akan dapat membuat solusi di Aegean, Mediterania timur (dan) di Siprus, tanpa bekerja sama, berdiskusi, atau bertukar informasi dengan Turki. Dalam konteks ini, semua orang harus tahu bahwa baik Turki maupun TSK (Angkatan Bersenjata Turki) tidak akan meninggalkan mereka tanpa opsi," kata Akar.

Ketika ditanya tentang situasi di Suriah, di mana Rusia dan Amerika Serikat (AS) berjanji untuk mengusir teroris YPG/PKK dari wilayah tersebut, Akar mengatakan bahwa TSK akan terus melakukan operasinya hingga "teroris terakhir dinetralkan". Akar mengatakan, Turki memiliki area operasi Peace Spring, Euphrates Shield, dan Olive Branch.

"Apakah ada masalah di sana? Iya. (Dan) kita sedang membicarakan ini dengan Amerika dan Rusia. Ada kesepakatan. Kami berada di belakang janji kami. Kami berharap Amerika dan Rusia memenuhi janji mereka dengan sensitivitas yang sama," ujar Akar.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement