Selasa 16 Feb 2021 12:42 WIB

Pangkalan Militer AS di Irak Diserang Roket

Seorang kontraktor sipil tewas dan enam orang terluka dalam serangan roket di Irak

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Tangkapan layar stasiun TV resmi Iran menayangkan peluncuran roket-roket yang ditembakkan ke arah markas militer AS di Irak, ilustrasi
Foto: IRIB (IRAN STATE TV)
Tangkapan layar stasiun TV resmi Iran menayangkan peluncuran roket-roket yang ditembakkan ke arah markas militer AS di Irak, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Pangkalan militer pimpinan Amerika Serikat (AS) di Kurdi, Irak, diserang roket pada Senin (15/2) malam, sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Serangan itu menewaskan seorang kontraktor sipil dan melukai enam orang lainnya, termasuk anggota dinas AS.

"Laporan awal, penembakan tidak langsung mendarat di Pasukan Koalisi di Erbil malam ini. Ada satu kontraktor sipil tewas, lima kontraktor sipil terluka, dan satu anggota layanan AS terluka," kata Juru Bicara Kolonel Wayne Marotto, dikutip laman AlArabiya.

Baca Juga

Sumber keamanan Kurdi mengungkapkan, setidaknya tiga roket mendarat di dekat Bandara Internasional Erbil. Pemerintah Daerah Kurdi mengonfirmasi adanya beberapa roket yang menghantam Erbil sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Mereka menyebut beberapa orang terluka, tapi tak memberikan penjelasan lebih terperinci.

Sebuah kelompok bernama Saraya Awliya al-Dam mengaku bertanggung jawab atas serangan di pangkalan pimpinan AS itu. Mereka menargetkan "pendudukan Amerika" di Irak. Namun, kelompok tersebut tidak memberikan bukti atas klaimnya.

Pasukan AS menempati pangkalan militer yang berdekatan dengan bandara sipil. Serangan terbaru merupakan yang paling mematikan menghantam pasukan pimpinan AS selama hampir setahun di Irak. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement