Kamis 10 Feb 2022 17:22 WIB

Menlu Retno Telepon Lavrov Tekankan Perdamaian Atas Krisis Rusia-Ukraina

Retno dalam pesannya meminta semua pihak dapat menahan diri.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov, Rabu (9/2/2022).
Foto: AP/Jose Luis Magana
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov, Rabu (9/2/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov, Rabu (9/2/2022). Menlu Retno menekankan pesan perdamaian terkait krisis Rusia dan Ukraina.

"Ibu Menlu Retno berbicara dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov kemarin, dan menyampaikan pesan perdamaian agar semua pihak memberikan kesempatan bagi dialog dan diplomasi untuk bekerja dalam situasi sulit ini," ujar Kepala Biro dukungan Strategis Pimpinan (BDSP) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Achmad Rizal Purnama dalam press briefing virtual, Kamis (10/2/2022).

Baca Juga

Rizal mengatakan, bahwa Indonesia mengikuti dengan penuh keprihatinan mengenai perkembangan situasi di perbatasan Rusia dan Ukraina. Oleh karena itu, Retno dalam pesannya meminta semua pihak dapat menahan diri.

"Semua negara bertanggung jawab untuk menyampaikan pesan perdamaian. Sebab konflik tidak ada manfaatnya dan energi dunia saat ini harus diarahkan untuk mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi dunia," ujar Rizal mengutip Retno.

Dalam pembicaraan dengan Lavrov, Retno juga menyampaikan bahwa rakyat dunia tidak menginginkan konflik apalagi perang. Jika terjadi, lanjutnya, pasti akan berpengaruh pada upaya global untuk mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi.

"Intinya di setiap pembicaraan dengan menlu dunia, Retno meminta konflik apapun diselesaikan dengan perundingan dan pembicaraan," kata Rizal.

Sementara itu menyoal situasi di Ukraina, Direktur Perlindungan dan Badan Hukum WNI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha menyampaikan bahwa kondisi terkini di negara tersebut aman dan tenang. Para WNI di sana juga sudah membangun grup WhatsApp guna melaporkan situasi terkini.

"Kondisi di Ukraina normal, dan kondisi WNI di sana sehat, aman, dan tenang," kata Judha dalam press briefing yang sama.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement