Kamis 05 May 2022 10:34 WIB

AS Kerahkan Intelijen untuk Bantu Ukraina Bunuh Jenderal Rusia di Medan Perang

Washington memberikan rincian kepada Ukraina tentang pergerakan pasukan Rusia.

Rep: Rizky Jaramaya/Reuters/ Red: Joko Sadewo
 Amunisi militer yang rusak di sebuah truk militer di Kharkiv, Ukraina, Rabu, 16 Maret 2022.  (foto ilustrasi)
Foto: AP/Andrew Marienko
Amunisi militer yang rusak di sebuah truk militer di Kharkiv, Ukraina, Rabu, 16 Maret 2022. (foto ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) telah mengerahkan intelijen untuk membantu pasukan Ukraina membunuh sejumlah jenderal Rusia. Hal ini dilaporkan oleh New York Times pada Rabu (4/5/2022), mengutip pejabat senior AS.

Washington telah memberikan perincian kepada Ukraina tentang perkiraan pergerakan pasukan Rusia. Termasuk lokasi serta rincian lainnya tentang markas militer bergerak Rusia.

Ukraina telah menggabungkan bantuan intelijen AS, dengan intelijennya sendiri untuk melakukan serangan artileri dan serangan lain yang telah menewaskan perwira Rusia. Pentagon dan Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari laporan tersebut.

Laporan New York Times menyebutkan, pejabat Ukraina telah membunuh sekitar 12 jenderal Rusia di medan perang. Sementara para pejabat AS menolak memerinci berapa banyak jenderal yang tewas akibat intelijen Amerika.

Baca juga : Biden akan Bahas Sanksi Tambahan pada Rusia di Pertemuan G7

Konflik Rusia-Ukraina telah berlangsung selama lebih dari dua bulan, terhitung sejak dimulainya serangan, yakni pada 24 Februari lalu. Menurut PBB, lebih dari 3.150 warga sipil di Ukraina telah tewas akibat serangan Rusia. Badan Pengungsi PBB (UNHCR) memperkirakan akan ada sekitar 8,3 juta orang meninggalkan Ukraina tahun ini.

Sejauh ini, lebih dari 5 juta warga Ukraina sudah mengungsi ke negara-negara tetangga. Konflik Rusia-Ukraina telah memicu krisis pengungsi terburuk di Eropa sejak berakhirnya Perang Dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan percakapan via telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Selasa (3/5/2022). Dalam kesempatan itu, Putin menyampaikan bahwa Rusia siap menjalin dialog dan negosiasi dengan Ukraina.

“Presiden Rusia menjelaskan pendekatan mendasar untuk negosiasi dengan perwakilan Ukraina. Secara khusus, dia (Putin) menekankan bahwa meskipun Kiev tidak konsisten dan tidak siap untuk kerja serius, Rusia tetap terbuka untuk berdialog,” kata Kremlin dalam keterangan persnya, dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Saat berbicara dengan Macron, Putin juga menyampaikan bahwa negara-negara Uni Eropa mengabaikan kejahatan perang yang dilakukan pasukan Ukraina. Putin secara khusus menyoroti aksi pengeboman Ukraina ke desa dan Kota Donbas yang menyebabkan jatuhnya korban sipil.

Baca juga: Muslim Ukraina Rayakan Idul Fitri di Bawah Bayang-Bayang Bom Rusia

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement