Rabu 13 Jul 2022 14:25 WIB

Sri Lanka Nyatakan Keadaan Darurat Nasional

Polisi Sri Lanka memberlakukan jam malam tanpa batas di seluruh provinsi.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha
Polisi menggunakan gas air mata saat pengunjuk rasa Sri Lanka menyerbu kantor perdana menteri Ranil Wickremesinghe, menuntut dia mengundurkan diri setelah presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri di tengah krisis ekonomi di Kolombo, Sri Lanka, Rabu, 13 Juli 2022.
Foto:

Ketika berita tentang pelarian presiden menyebar, ribuan orang berkumpul di lokasi protes utama di Kolombo meneriakkan "Gota pencuri, Gota pencuri", merujuk pada nama panggilan Gotabaya.

Sumber dan pembantu pemerintah mengatakan, mantan Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa dan mantan Menteri Keuangan Basil Rajapaksa, masih berada di Sri Lanka.

Gotabaya Rajapaksa dilaporkan akan mengundurkan diri sebagai presiden pada Rabu (13/7/2022). Presiden belum terlihat di depan umum sejak Jumat (8/7/2022). Ketua parlemen Sri Lanka, Mahinda Yapa Abeywardena, mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa, dia belum menerima komunikasi apa pun dari Rajapaksa.  

Sebuah sumber di partai yang berkuasa mengatakan, presiden akan mengirimkan surat pengunduran diri pada Rabu malam. Dengan demikian, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe akan ditunjuk sebagai penjabat presiden. Namun dia juga telah menawarkan untuk mengundurkan diri. Jika Wickremesinghe mengundurkan diri, maka sesuai konstitusi ketua parlemen akan menjadi penjabat presiden sampai terpilih presiden baru dipilih.  

"Jika kita tidak mendengar pengunduran diri presiden dan perdana menteri pada malam hari, kita mungkin harus berkumpul kembali dan mengambil alih parlemen atau gedung pemerintah lainnya. Kami sangat menentang pemerintah Gota-Ranil. Keduanya harus mundur," kata Buddhi Prabodha Karunaratne, salah satu penyelenggara protes.

Pada Mei, pemerintah Rajapaksa menunjuk ketua parlemen Maladewa, Mohammed Nasheed untuk membantu mengoordinasikan bantuan asing bagi Sri Lanka yang dilanda krisis. Pada bulan yang sama, Nasheed secara terbuka membantah tuduhan bahwa dia membantu Mahinda Rajapaksa mengamankan tempat berlindung yang aman di Maladewa.

 

Laporan media di Maladewa mengatakan, presiden Sri Lanka telah tiba di negara itu pada Rabu pagi. Namun Reuters tidak dapat memverifikasi informasi ini secara independen. Seorang juru bicara pemerintah Maladewa tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement