Senin 08 Aug 2022 09:45 WIB

Geng di Haiti Bunuh Mantan Senator Pemerintahan

Geng bersenjata membunuh seorang mantan senator Haiti yang memimpin program perumahan

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Esthi Maharani
Geng bersenjata membunuh seorang mantan senator Haiti yang memimpin program perumahan pemerintah pada akhir pekan lalu.
Foto: AP Photo/Odelyn Joseph
Geng bersenjata membunuh seorang mantan senator Haiti yang memimpin program perumahan pemerintah pada akhir pekan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, PORT-AU-PRINCE - Geng bersenjata membunuh seorang mantan senator Haiti yang memimpin program perumahan pemerintah pada akhir pekan lalu. Pembunuhan terjadi di daerah makmur Port-au-Prince di tengah lonjakan kekerasan oleh kelompok kriminal di ibu kota negara Karibia itu.

Mantan senator, Yvon Buissereth ditembak ketika polisi bertempur dengan geng-geng di lingkungan Laboule. Insiden ini menyusul pecahnya kekerasan dalam beberapa pekan terakhir di Port-au-Prince dan perang wilayah di kota Cite Soleil yang menyebabkan 148 orang hilang, terluka atau hilang.

"Pembunuhnya, serta semua penjahat lain yang menabur duka di negara ini, akan sepenuhnya dituntut dan harus bertanggung jawab atas tindakan tercela mereka di pengadilan," kata Perdana Menteri Haiti Ariel Henry.

Buissereth menjabat sebagai senator mulai 2006 dan ditunjuk pada 2017 untuk mengepalai Perusahaan Publik untuk Promosi Perumahan Sosial, yang dikenal sebagai EPPLS. Badan tersebut berfokus pada perumahan berpenghasilan rendah dan selama bertahun-tahun telah bermitra dengan lembaga asing seperti Bank Dunia dan Badan Pembangunan Internasional AS.

Geng Haiti mengobarkan pertempuran senjata sengit pada akhir Juli di Port-au-Prince hingga menutup jalan utama dan pasar kota di pusat kota. Awal bulan lalu, baku tembak antara geng-geng Haiti yang bersaing di dekat Port-au-Prince menyebabkan ribuan orang di kota pesisir kecil Cite Soleil terperangkap tanpa akses ke air, makanan, atau perawatan medis.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement