Selasa 05 Jul 2022 17:07 WIB

Pendeta Katolik Nigeria Diculik Orang tak Dikenal

Penculikan ini jadi yang terbaru setelah orang bersenjata menculik empat orang China.

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha
Gereja di Nigeria.
Foto: AP Photo/Sunday Alamba
Gereja di Nigeria.

REPUBLIKA.CO.ID, KANO -- Keuskupan Katolik Nigeria mengatakan seorang pendeta diculik dari pastorannya di Kota Zambia di Negara Bagian Kaduna. Penculikan dilakukan pada Senin (4/7/2022) dini hari waktu setempat.

Pada Selasa (5/7/2022) keuskupan mengatakan umat paroki pergi mencari-cari Pastor Emmanuel Silas setelah lama menunggu untuk Misa pagi. Tapi kemudian mereka tidak menemukannya. Tidak diketahui siapa yang menculiknya.

Baca Juga

Penculikan ini merupakan penculikan terbaru setelah orang bersenjata menculik empat orang pekerja China bersama pegawai lokal di tambang Negara Bagian Niger di barat laut Nigeria. Kelompok bersenjata itu juga membunuh beberapa orang yang tidak diketahui jumlahnya.  

Bulan lalu kelompok bersenjata membebaskan 11 penumpang yang diculik dalam serangan pada sebuah kereta di utara Nigeria pada akhir Maret. Pemerintah Nigeria mengatakan masih terdapat lusinan orang yang masih disandera.

Menteri Negara untuk Transportasi Gbemisola Saraki mengatakan pemerintah sedang bekerja untuk memastikan semua penumpang yang diculik dibebaskan. Penumpang yang sudah dibebaskan dibawa ke rumah sakit di Abuja.

Saraki tidak mengatakan bagaimana dan di mana mereka dibebaskan. Ia juga tidak mengungkapkan apakah pemerintah membayar uang tebusan.

Pada 28 Maret lalu kelompok bersenjata yang masyarakat setempat sebut bandit meledakan rel kereta rute Abuja-Kaduna di utara Nigeria. Mereka melepas tembakan pada kereta malam itu dan membunuh delapan orang.

Perusahaan kereta Nigeria awalnya mengatakan menjelaskan keberadaan 168 orang yang tertera dalam daftar perjalanan kereta. Tapi kemudian sebagian dilacak sampai rumah mereka, tapi ada 65 orang dikonfirmasi hilang.

Video yang dirilis para tersangka menunjukkan sejumlah orang sedang disandera. Mereka mengidentifikasi diri sebagai penumpang kereta yang diserang.

"Kami sangat bersyukur dengan perkembangan positif ini, kami turut menyadari kesedihan semua korban dan keluarga mereka, yang sayangnya harus menjalani trauma tak terbayangkan sejak insiden tragis ini," kata Saraki.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement