Kamis 26 Jan 2023 10:45 WIB

Laporan Dinas Rahasia Ungkap Pemicu Penembakan Massal Marak di AS

Penembakan di AS dipicu oleh perselisihan pribadi, rumah tangga, atau tempat kerja.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani
Sejumah polisi bersenjata lengkap berjaga di lokasi insiden penembakan massal di Monterey Park, California, pada Ahad (22/1/2023).
Foto: EPA-EFE/CAROLINE BREHMAN
Sejumah polisi bersenjata lengkap berjaga di lokasi insiden penembakan massal di Monterey Park, California, pada Ahad (22/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Setengah dari serangan massal di Amerika Serikat (AS) dari 2016-2020 dipicu oleh perselisihan pribadi, rumah tangga, atau tempat kerja. Hasil tersebut dirilis dalam laporan baru Dinas Rahasia AS setebal 70 halaman pada Rabu (25/1/2023).

Laporan yang dikeluarkan oleh Pusat Penilaian Ancaman Nasional Dinas Rahasia ini memeriksa 173 insiden dengan tiga orang atau lebih terluka. Serangan itu menargetkan tempat kerja, sekolah, lembaga keagamaan, dan transportasi umum, antara lain, menewaskan 513 orang dan melukai 1.234 orang.

Baca Juga

Kepala Dinas Rahasia Lina Alathari mengatakan, laporan ini diharapkan bisa melihat perilaku di antara para pelaku yang mungkin telah membantu orang lain mengidentifikasi masalah sebelumnya.

"Tertarik pada kekerasan, minat pada penyerang massal sebelumnya, memposting tentang mereka, berbicara dengan orang-orang tentang dirinya, membawa senjata ke tempat kerjanya, membawa senjata ke sekolah, rekan kerja takut padanya, keluhan. Ini adalah tema yang kita lihat berkali-kali," ujarnya.

Para penyerang kebanyakan laki-laki, sering kali dengan riwayat gejala kesehatan mental, ketidakamanan finansial, atau terlibat dalam kekerasan dalam rumah tangga. Pistol biasanya menjadi senjata pilihan dengan 73 persen insiden, termasuk oleh beberapa orang yang dilarang memilikinya.

"Undang-undang tanda merah" tingkat negara bagian, menurut laporan tersebut, dapat membatasi serangan semacam itu. Aturan itu mengizinkan pengambilan senjata yang diperintahkan pengadilan dari seseorang yang menimbulkan risiko.

Laporan itu muncul beberapa hari setelah sepasang penembakan massal di California merenggut nyawa 18 orang. Ketika pihak berwenang mencari motif dalam serangan itu, keduanya terkait dengan laki-laki berusia lebih tua.

Penembakan massal telah menjadi kejadian biasa di AS dalam beberapa dekade terakhir. Namun, anggota parlemen tetap terbagi dalam memberikan solusinya, Partai Demokrat menyerukan lebih banyak tindakan pengendalian senjata dan Partai Republik fokus pada kesehatan mental serta peningkatan keamanan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement