Sabtu 04 Feb 2023 08:25 WIB

China Buka Sepenuhnya Perbatasan dengan Hong Kong dan Makau

China mencabut kebijakan kuota dan wajib tes Covid-19.

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah
 Warga mengantre untuk tes virus corona di pusat pengujian sementara COVID-19 di Hong Kong, Kamis, 24 Februari 2022. China Buka Sepenuhnya Perbatasan dengan Hong Kong dan Makau
Foto: AP/Vincent Yu
Warga mengantre untuk tes virus corona di pusat pengujian sementara COVID-19 di Hong Kong, Kamis, 24 Februari 2022. China Buka Sepenuhnya Perbatasan dengan Hong Kong dan Makau

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- China mengatakan perjalanan lintas batas antara China daratan, Hong Kong dan Makau akan sepenuhnya dibuka kembali pada 6 Februari mendatang. China mencabut kebijakan kuota dan wajib tes Covid-19.

Kantor urusan Hong Kong dan Makau Pemerintah China mengatakan wisata berkelompok antara China dan dua daerah administrasi khusus Hong Kong dan Makau dibuka kembali sepenuhnya. Sementara jumlah pos pemeriksaan akan kembali seperti sebelum pandemi.

Baca Juga

Meski China sudah membuka kembali perbatasannya pada dunia pada 8 Januari lalu, sistem kuota dan wajib tes masih berlaku bagi pelaku perjalanan antara China Daratan dan Hong Kong.

Dalam konferensi pers, Jumat (3/2/2023), Pemimpin Kota Hong Kong John Lee mengatakan tiga pos perbatasan belum dibuka kembali. Pos-pos itu baru akan dibuka pada 6 Februari.

Lee menambahkan Hong Kong juga mencabut wajib vaksin Covid-19 untuk dapat masuk Hong Kong pada semua kedatangan. Aturan itu berlaku termasuk untuk orang yang bukan warga Hong Kong.

Data dari media pemerintah China Transportation News menunjukkan usai pengumuman tersebut pencarian tiket perjalanan udara dari dan ke Hong Kong dan China Daratan di situs wisata China, Qunar, naik tujuh kali lipat. Pengumuman ini disampaikan satu hari setelah Hong Kong meluncurkan program promosi, termasuk 500 ribu penerbangan gratis untuk menarik kembali wisatawan, pengusaha dan investor ke pusat keuangan Asia tersebut. 

Selama pandemi Hong Kong menutup sebagian besar perbatasannya selama tiga tahun terakhir. Kota itu mewajibkan pendatang menjalani karantina selama tiga pekan, menjalani tes, dan pemeriksaan yang intensif.

Bekas koloni Inggris itu mengikuti kebijakan nol Covid-19 yang diterapkan pemerintah pusat. Sampai pertengahan 2022 ketika mereka mulai melonggarkan peraturan pandemi secara bertahap.

Pada Desember lalu, Hong Kong mencabut hampir semua peraturan Covid-19 yang tersisa. Tapi masih mewajibkan masker di ruangan terbuka dan murid sekolah harus melakukan tes antigen setiap hari. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement