Ahad 05 Feb 2023 08:39 WIB

Menlu AS Tunda Kunjungan ke China karena Balon Mata-Mata

AS telah menembak jatuh balon udara yang diduga mata-mata China pada Sabtu.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Friska Yolandha
Sebuah balon melayang di atas ketinggian Billings, Montana, pada hari Rabu, 1 Februari 2023. AS sedang melacak balon pengintai China yang dicurigai telah terlihat di wilayah udara AS selama beberapa hari, tetapi Pentagon memutuskan untuk tidak menembak jatuh karena risiko bahaya bagi orang-orang di darat, kata para pejabat Kamis, 2 Februari 2023. Pentagon tidak mengonfirmasi bahwa balon di foto itu adalah balon pengintai.
Foto: Larry Mayer/The Billings Gazette via AP
Sebuah balon melayang di atas ketinggian Billings, Montana, pada hari Rabu, 1 Februari 2023. AS sedang melacak balon pengintai China yang dicurigai telah terlihat di wilayah udara AS selama beberapa hari, tetapi Pentagon memutuskan untuk tidak menembak jatuh karena risiko bahaya bagi orang-orang di darat, kata para pejabat Kamis, 2 Februari 2023. Pentagon tidak mengonfirmasi bahwa balon di foto itu adalah balon pengintai.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menunda kunjungan ke China yang diharapkan akan dimulai pada Jumat, 3 Februari 2023 lalu, setelah balon mata-mata China yang dicurigai terbang melintasi langit udara Amerika Serikat. Insiden ini disebut Washington sebagai "pelanggaran yang jelas" terhadap kedaulatan AS.

Para pemimpin militer AS mempertimbangkan untuk menembak jatuh balon pengintai ketinggian pada hari Rabu lalu. Namun kata pejabat setempat, pada akhirnya balon pengintai itu direkomendasikan kepada Presiden Joe Biden balon udara pengintai tersebut dibiarkan, karena risiko keamanan dari puing-puing.

Baca Juga

Pentagon mengatakan pada Jumat bahwa balon pengintai China lainnya diamati di atas Amerika Latin, tanpa mengatakan di mana tepatnya. "Kami melihat laporan tentang sebuah balon yang transit di Amerika Latin. Kami sekarang menilai itu adalah balon pengintai China lainnya," kata juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder.

Sementara Juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan Biden diberi pengarahan pada hari Selasa tentang penerbangan balon di atas Amerika Serikat dan disepakati pemerintah AS bahwa "tidak pantas melakukan perjalanan ke Republik Rakyat China saat ini".

Sebelumnya, China menyatakan penyesalan bahwa sebuah "pesawat" yang digunakan untuk keperluan meteorologi sipil dan tujuan ilmiah lainnya telah tersesat ke wilayah udara AS. Jean-Pierre mengatakan pemerintah AS mengetahui pernyataan China itu. 

"Tetapi kehadiran balon ini di wilayah udara kami, jelas merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan kami serta hukum internasional. Hal ini tidak dapat diterima," kata Jean-Pierre.

Pada Jumat, Juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Patrick Ryder mengatakan balon udara itu telah mengubah arah dan sekarang melayang ke arah timur sekitar 18.300 meter di atas pusat Amerika Serikat dan menunjukkan kemampuan untuk bermanuver. Dia mengatakan kemungkinan akan kembali berada di seluruh kawasan udara AS selama beberapa hari lagi.

Pengungkapan Pentagon tentang kemampuan manuver balon secara langsung menantang pernyataan China tentang balon yang diterbangkan keluar jalur.

Pada konferensi pers dengan menteri luar negeri Korea Selatan, saat ia berkunjung pada hari Jumat (3/2/2023), Blinken mengatakan dia telah memberi tahu Wang Yi, direktur Komisi Pusat Luar Negeri China, bahwa insiden pada malam perjalanannya adalah "tindakan tidak bertanggung jawab" oleh China, tetapi Washington tetap berkomitmen untuk terlibat dan dia akan berkunjung ketika kondisi memungkinkan.

Blinken mengatakan dia tidak akan menentukan tanggal kapan dia akan pergi ke China dan fokusnya adalah menyelesaikan insiden saat ini. “Langkah pertama adalah mendapatkan aset pengawasan, keluar dari ruang udara kita,” katanya, seraya menambahkan bahwa Amerika Serikat akan terus mempertahankan jalur komunikasi terbuka dengan China.

Ketua Partai Republik Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat, Michael McCaul, mengatakan balon itu seharusnya tidak diizinkan masuk wilayah udara AS dan bisa saja ditembak jatuh di atas air.

"Saya menyerukan kepada pemerintahan Biden untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengeluarkan balon mata-mata China dari wilayah udara AS," katanya dalam sebuah pernyataan.

 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement