Selasa 28 Feb 2023 18:17 WIB

Dubes AS untuk Beijing Minta Cina Jujur Tentang Asal-Usul Covid-19

Departemen Energi AS merilis laporan soal kebocoran laboratorium di Cina.

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya
Covid 19 (ilustrasi)
Foto: Max Pixel
Covid 19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Cina, Nicholas Burns meminta agar Beijing harus lebih jujur ​​​​tentang asal-usul virus Covid-19, yang akhirnya merebak menjadi Pandemi global. Hal itu disampaikan Burns pada Senin (27/2/2023), setelah adanya kesimpulan dari Departemen Energi AS bahwa pandemi kemungkinan besar muncul dari kebocoran laboratorium di Cina.

Nicholas Burns, berbicara melalui tautan video di acara Kamar Dagang AS, dimana menurutnya, perlu mendorong Cina mengambil peran lebih aktif dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) jika badan kesehatan PBB ini ingin diperkuat.

Baca Juga

"Cina juga perlu lebih jujur ​​tentang apa yang terjadi tiga tahun lalu di Wuhan dengan asal mula krisis Covid-19," kata Burns, merujuk pada Wuhan sebagai kota di Cina sebagai tempat asal kasus manusia pertama dilaporkan tertular Covid pada Desember 2019.

The Wall Street Journal pertama kali melaporkan pada hari Ahad bahwa Departemen Energi AS memiliki kesimpulan bahwa pandemi kemungkinan besar muncul dari kebocoran laboratorium China. Walaupun kesimpulan ini telah dibantah oleh Beijing.

Departemen tersebut membuat penilaian dengan kerahasiaan rendah dalam laporan intelijen rahasia yang baru-baru ini diberikan kepada Gedung Putih dan anggota kunci Kongres, kata Journal, mengutip orang-orang yang telah membaca laporan intelijen tersebut.

Jurnal juga melaporkan, empat lembaga AS lainnya, bersama dengan panel intelijen nasional AS, masih menilai bahwa Covid-19 kemungkinan besar merupakan hasil dari penularan alami, sementara dua lainnya belum diputuskan.

Departemen Energi AS tidak menanggapi permintaan komentar lebih jauh. Penasihat keamanan nasional Presiden Joe Biden, Jake Sullivan, mengatakan pada Ahad lalu, ada berbagai pandangan dalam komunitas intelijen tentang asal-usul pandemi.

"Beberapa dari mereka mengatakan mereka tidak memiliki informasi yang cukup," kata Sullivan kepada CNN.

Sementara itu pihak Cina mengomentari laporan tersebut, yang dikonfirmasi oleh media AS lainnya. Kementerian luar negeri Cina merujuk pada laporan WHO-Cina yang menunjuk pada asal alami pandemi, kemungkinan besar dari kelelawar, bukan kebocoran laboratorium.

"Pihak-pihak tertentu harus berhenti mengulangi narasi kebocoran lab, berhenti mencoreng Cina dan berhenti mempolitisasi masalah penelusuran asal-usul Covid dari Cina," kata juru bicara kementerian luar negeri Mao Ning. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement